Sebar Hoax Corona, Penjara 6 Tahun Menanti

KEBUMEN, SM Network – Pikir dua kali untuk menulis atau membagikan berita bohong alias hoax di tengah-tengah wabah Corona. Selain bisa semakin meresahkan masyarakat luas, ulahmu itu juga akan membuatmu berurusan dengan hukum.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan akan menindak tegas warganet yang kedapatan membagikan atau menyebarkan hoax tentang wabah pandemik  Covid-19. “Kepada masyarakat bijaklah dalam bermedsos. Jangan sampai postingan yang belum tentu benar dibagikan, menjadi bumerang karena informasi itu hoax,” kata AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Jumat (27/3/2020).

Penindakan itu merujuk pada Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran terhadap pasal tersebut, maka terlapor dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 45A ayat (1) UU ITE.

Perkeruh Suasana        

Di dalam pasal itu disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dapat dipidana dengan penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

“Menyikapi situasi sekarang, masyarkat baiknya saling memberikan semangat satu sama lain dan mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan Covid-19. Bukan malah menyebarkan berita bohong yang akan memperkeruh suasana,” ungkap Kapolres bergelar akademik doktor tersebut.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar mengambil informasi dari lembaga yang resmi. Untuk informasi mengenai Covid-19, bisa diakses melalui website resmi pemerintah,” imbuh AKBP Rudy Cahya Kurniawan.


Supriyanto

Tinggalkan Balasan