Satpol PP Giatkan Operasi Protokol Kesehatan

MAGELANG, SM Network – Satpol PP Kota Magelang giatkan operasi protokol kesehatan di titik-titik keramaian setelah munculnya Perwal No 30 tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Produktif dan Aman Covid-19. Hal ini dalam upaya menegakkan disiplin masyarakat guna mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana mengatakan, sejauh ini operasi atau razia masih menitikberatkan pada penggunaan masker. Pihaknya dibantu personel Dinas Perhubungan, Kesbanglinmas, TNI, dan Polri. 

“Setiap hari kita operasi protokol kesehatan di titik keramaian, di fasilitas publik, dan tempat perbelanjaan. Di saat yang sama kita terangkan tentang payung hukum baru terkait adaptasi kebiasaan baru Perwal Kota Magelang Nomor 30 tahun 2020,” ujarnya, Selasa (1/9).

Dia menilai, operasi masih dalam tahapan non-yustisi, artinya belum ada pemberian sanksi. Menurutnya, sanksi sosial justru lebih efektif untuk memberikan efek jera bagi para pelanggarnya.

Warga yang terjaring karena tidak mengenakan masker, tidak menjaga jarak, dan berkerumun, langsung didatangi petugas. Satpol PP kemudian akan menerangkan aturan baru mengenai protokol kesehatan itu bila belum tertib. 

“Sanksi bersifat administratif. Namun, untuk saat ini sanksi yang diberikan kepada pelanggar perorangan, yang bisa membuat efek jera saja. Tidak denda. Tetapi bisa disuruh push up, membersihkan toilet, dan lainnya,” katanya.

Singgih menegaskankan, sanksi administratif bisa saja dijatuhkan kepada instansi, lembaga, atau perkantoran yang sifatnya bukan perorangan. Misal di perkantoran tidak patuh terhadap protokol kesehatan, setelah didatangi petugas, maka bisa diberikan teguran tertulis. 

“Lalu kalau masih bandel, bisa kita usulkan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk dibubarkan, atau dihentikan aktivitasnya sementara,” jelasnya.

Ia berharap dengan razia itu kesadaran masyarakat menggunakan masker meningkat, khususnya ketika beraktivitas di luar rumah. Hal ini juga untuk menanamkan bahwa,penggunaan masker dan patuh terhadap protokol kesehatan adalah kebutuhan masing-masing individu guna menghindari penularan Covid-19. 

Sementara itu, Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono mengemukakan, sanksi berupa denda memang tidak bisa diterapkan bagi pelanggar protokol kesehatan. Sejauh ini masih bersifat sanksi sosial yang diharap ada efek jera dan bisa lebih disiplin lagi.

“Perwal ini kita sosialisasikan terus ke masyarakat. Tujuannya agar masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Mari kita bersama-sama disiplin agar penyebaran Covid-19 dapat lebih ditekan, bahkan dihentikan,” ungkapnya.

7 Komentar

  1. Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

  2. Good one! Interesting article over here. It’s pretty worth enough for me.

  3. 700355 854326 Its hard to locate knowledgeable people on this topic, but you sound like you know what you are talking about! Thanks 302713

  4. 942405 560922How much of an appealing guide, keep on producing far better half 530449

Tinggalkan Balasan