Satgas Gencarkan Tes Usap Bagi Nakes di Puskesmas

MAGELANG, SM Network – Satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Magelang menggencarkan tes swab kepada para tenaga kesehatan (nakes), terutama di Puskesmas. Tes usap dilakukan secara bergantian di tiga kecamatan dan seluruh petugas kesehatan di 17 Puskesmas serta Puskesmas Pembantu sudah menjalaninya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto mengatakan, sudah sejak tiga pekan lalu tes usap digencarkan bagi nakes di Puskesmas. Hasilnya menunjukkan ada lima nakes yang terpapar Covid-19, yang dua di antaranya dokter dan seorang perawat.

“Saat ini, tiga dari lima nakes dinyatakan sembuh. Sementara dua lainnya masih menjalani isolasi mandiri,” ujarnya, Senin (28/9).

Dia menuturkan, atas dasar temuan nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini, Satgas langsung bergerak. Mereka mengambil sampel dahak dari para keluarga nakes yang bersangkutan.

“Hasilnya tidak ada satupun dari keluarga nakes yang positif Covid-19, semuanya negatif. Termasuk juga nakes lainnya di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang sudah dikirim swabnya,” katanya.

Majid menyebutkan, Satgas telah berhasil mencegah terjadinya klaster di Pasar Rejowinangun. Pihaknya telah menerima hasil tes usap dari 30 pedagang Pasar Rejowinangun. Sebagian di antaranya adalah kontak erat dari pedagang lain yang sudah terlebih dahulu terkonfirmasi positif Covid-19.

“Namun, dari 30 orang tersebut, semuanya dinyatakan negatif. Maka, tidak terjadi klaster baru di Pasar Rejowinangun. Sebagian besar mereka yang tertular juga bukan warga Kota Magelang, dan tidak masuk pendataan di Kota Magelang,” tuturnya.

Hingga Minggu (27/9), komulatif kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Magelang menjadi 173 kasus. Meski kasus Covid-19 di Kota Sejuta Bunga terus meningkat dengan persentase angka kematian terhadap kasus konfirmasi positif Covid-19 mencapai 8,09 persen, namun angka kesembuhan mencapai 75 persen.

Dari 173 kasus, sebanyak 129 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Persentase kesembuhan ini lebih tinggi dari angka nasional sebesar 73 persen. Angka kesembuhan yang tinggi ini menjadikan Kota Magelang termasuk tiga terendah penyebaran Covid-19 dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito pun optimistis dengan tren kesembuhan yang tinggi. Maka, penyebaran virus dapat dikendalikan dengan baik tanpa harus memberlakukan lagi sejumlah pembatasan sosial, seperti saat awal terjadinya pandemi.

“Kota Magelang berada di peringkat nomor tiga terbawah. Ini menunjukkan kondisi saat ini sudah relatif bagus dan penularan Covid-19 di Kota Magelang cukup terkendali,” jelasnya.

Dia juga yakin, adaptasi kebiasaan baru bisa tetap dilanjutkan. Pasalnya, ia tak ingin jika pembatasan diberlakukan kembali, justru akan menganggu stabilitas warganya.

“Bukan hanya ekonomi yang terpuruk kalau pembatasan berlaku lagi, tapi ini justru akan mengganggu aktivitas masyarakat. Yang perlu dilakukan masyarakat saat ini adalah protokol kesehatan dengan baik, disiplin, dan membudaya,” tegasnya.

2 Komentar

  1. 776639 903663I saw plenty of internet site but I believe this one has got something unique in it in it 602758

  2. 485282 918783I also recommend HubPages itself, and Squidoo, which is related. 878130

Tinggalkan Balasan