SM/Dananjoyo - Pelaksanaan vaksinasi massal yang diprioritaskan untuk pelaku ekonomi dan pekerja informal di kawasan Malioboro, di Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Kamis (4/3).

JOGJAKARTA, SM Network – Pemkot Yogyakarta menyasar pelaku usaha dan wisata sebagai penerima vaksin. Vaksinasi COVID-19 massal pelaku wisata ini bersamaan

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta mencatat realisasi vaksinasi massal yang digelar untuk pelaku ekonomi yakni para pedagang Pasar Beringharjo, pedagang kaki lima, penjaga toko hingga karyawan yang ada di Jalan Malioboro sampai ke Alun-alun Utara mencapai sekitar 70 persen dari target undangan dengan sasaran sekitar 19.900 orang.

SM/Dananjoyo – Pelaksanaan vaksinasi massal yang diprioritaskan untuk pelaku ekonomi dan pekerja informal di kawasan Malioboro, di Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Kamis (4/3).

“Sekitar 30 persen undangan program vaksinasi tidak datang. Padahal vaksinasi sudah diberikan secara gratis,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta.

Berdasarkan data pelaksanaan vaksinasi massal hari kedua, Selasa (2/3), jumlah yang diundang mencapai 3.200 orang, namun yang datang untuk vaksinasi 2.427 orang dan setelah dilakukan penapisan kesehatan ada 2.248 orang yang layak menerima vaksin.

“Jadi hanya ada 70,25 persen warga yang mendapat vaksinasi,” jelas Heroe.

Kondisi tidak berbeda juga terjadi pada pelaksanaan vaksinasi hari pertama, Senin (1/3). Dari 3.200 warga yang diundang, hanya ada 2.375 yang datang dan hanya 2.294 penerima yang dinyatakan memenuhi syarat vaksinasi.

Heroe mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan warga yang sudah diundang namun tidak datang untuk melakukan vaksinasi COVID-19 yang diberikan secara gratis.

Ia berharap, seluruh warga yang telah memperoleh undangan datang ke lokasi vaksinasi yang sudah ditentukan sesuai jadwal yang diberikan karena vaksinasi tersebut untuk meningkatkan imunitas tubuh menghadapi serangan virus.

Warga yang sudah memperoleh undangan vaksinasi diberikan kesempatan hingga 6 Maret mendatang mengikuti vaksinasi.