SAR Jateng Dukung KSPN Borobudur Bidang Kebencanaan

MUNGKID, SM Network – Guna melaksanakan instruksi presiden terkait dukungan pembangunan super prioritas pariwisata (Borobudur), Search And Rescue (SAR) Provinsi Jawa Tengah siap menjadi kepanjangantangan pemerintah untuk membantu dibidang penanganan kebencanaan.

“Sesuai dengan instruksi Presiden kami harus ada kepanjangantangan dari pemerintah khususnya dibidang SAR untuk mendukung prioritas pembangunan pariwisata Borobudur. Kami dikasih perintah dari Kepala Badan Basarnas untuk harus membentuk unit SAR Magelang,” jelas Kepala Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang (Basarnas Jateng) Nur Yahya saat audiensi di Ruang Gemah Ripah, Setda Kabupaten Magelang, Selasa (8/9).

Lebih lanjut, Nur Yahya menjelaskan bahwa kedatangannya di Kabupaten Magelang sebagai bentuk silaturahmi dan berkoordinasi serta membahas terkait dengan peminjaman gedung sebagai kantor unit SAR.

“Rencananya paling lama pembentukan Kantor Unit SAR akan dilaksanakan pada bulan Januari 2021. Tapi kalau sarana dan prasarananya sudah lengkap, maka bukan tidak mungkin bisa segera dipercepat,” ujar Yahya.

Menurutnya, Kabupaten Magelang termasuk salah satu wilayah yang potensi musibahnya tergolong tinggi. Selain Gunung Merapi juga banyak kondisi yang membahayakan manusia, salah satunya laka air. “Orang hanyut di sungai dan tanah longsor angkanya masih sangat tinggi. Kita masih sering mendapat laporan,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto, mengatakan bahwa, keberadaan dan peran serta SAR memang sangat dibutuhkan. Berkaca dari peristiwa erupsi Merapi tahun 2006, gerakan relawan masih belum masiv seperti sekarang ini. “Melihat kondisi tersebut maka kita membuat tim SAR pada saat itu,” kata Edi.

Sementara, Bupati Magelang melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, Adi Waryanto mengatakan, sangat menyambut baik program pemerintah pusat baik dalam pengembangan pariwisata di kawasan Borobudur serta mendorong eksistensi SAR dengan membentuk semacam kelembagaan, meskipun masih berbentuk unit siaga.

“Mungkin belum seperti Surakarta, Wonosobo, Jepara yang sudah dalam bentuk Pos. Bahkan Cilacap sudah dalam kantor tipe B. Maka kami menyambut baik, semoga hal ini sebagai bentuk sinergi kedepannya dengan BPBD yang selama ini menangani bidang pelayanan yang sama,” ujar Adi.

Sementara terkait dengan kebutuhan gedung, ruang atau pun kantor, Adi memerintahkan Kalak BPBD untuk bisa berkoordinasi dengan BPPKAD, mana saja ruang yang bisa memungkinkan untuk digunakan sebagai tempat unit SAR nantinya. “Karena yang jelas ada berbagai macam keluhan masyarakat, yang masyarakat sulit menangani dan akhirnya sambatnya (mengadunya) pada BPBD, apakah itu kecelakaan air, atau pun bencana lainnya. Padahal ini ahlinya tim SAR,” pungkas Adi Waryanto.

3 Komentar

  1. 849137 472455I believe this internet web site has some rattling amazing information for everyone : D. 466437

  2. 110338 495494I like this internet site because so much helpful material on here : D. 893426

  3. 55865 95795A blog like yours really should be earning significantly dollars from adsense.~::- 885685

Tinggalkan Balasan