SM/dok - PUTARAN KEDUA: Kedua Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang hadir dalam debat putaran kedua di studio televisi swasta lokal Jogja yang dipandu oleh moderator Andromeda Mercury, Jumat (13/11) malam.

MAGELANG, SM Network – Sampah menjadi masalah yang diangkat dalam debat putaran kedua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang pada Pilkada 2020 oleh KPU, Jumat (13/11) malam. Keduanya memiliki pandangan masing-masing terhadap masalah sampah yang disampaikan dalam debat yang disiarkan langsung stasiun televisi swasta lokal Jogja itu.

Sebelum menanggapi masalah itu, kedua Paslon diperlihatkan pada video kondisi TPA Banyuurip milik Pemkot Magelang di Tegalrejo Kabupaten Magelang dengan disertai komentar warga sekitar TPA. Pemutaran video ini bagian dari materi debat yang disiapkan oleh tim panelis, yakni Dirut RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, Rektor Universitas Tidar, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang.

Panelis pun memberikan pertanyaan seputar masalah sampah itu yang dibacakan moderator debat Andromeda Mercury. Paslon nomor urut 1, dr HM Nur Aziz-KH M Mansyur (Aman) diberi kesempatan pertama untuk menanggapi dan menjawab pertanyaan panelis.

Calon Wali Kota Magelang nomor urut 1, dr HM Nur Aziz mengatakan, sampah masih jadi masalah yang dihadapi Kota Magelang, masih ada di mana-mana. Kalau tidak diurus dengan baik, maka bisa jadi bom waktu yang suatu saat bisa meledak.

“Menurut kami perlu ada teknologi modern yang bisa mengolah sampah dengan lebih baik, bukan hanya teknologi konvensional. Memang ada TPA di tingkat warga, tapi kami melihat belum maksimal,” ujarnya.

Calon wakilnya, KH M Mansyur menambahkan, pengolahan sampah bisa dilakukan dari tingkat RT baik organik maupun non-organik. Sampah non-organik bisa didaur ulang dan digunakan lagi, bahkan bisa jadi sumber ekonomi.

“Kalau ini berjalan dengan baik, maka sampah di TPA Banyuurip bisa ditangani lebih baik dan tidak sampai berlebih,” katanya.

Sementara itu, Calon Wali Kota Magelang nomor urut 2, Aji Setyawan menyampaikan, sampah memang masih jadi masalah utama. Pemerintah sebelumnya sudah mengambil langkah solusi dengan menghadirkan TPST Bojong di Kelurahan Jurangombo Selatan, meski belum beroperasi.

“Ini jadi solusi bagus, tinggal kita nanti maksimalkan kerjanya. Pemerintah sebelumnya juga sudah berupaya memilah sampah dari tingkat warga, bahkan mendaur ulang sampah non-organik dan menjadi tambahan pendapatan warga,” jelasnya.

Adapu calon wakilnya, Windarti Agustina menyebutkan, masyarakat sudah paham betul dengan masalah sampah dan cara menanganinya dengan 3M, yakni Mengurangi, Memilah, dan Mendaur Ulang. Sehingga, sampah yang ke TPA Banyuurip dapat terkurangi.

“Perlu dicatat, kita sudah meraih piala Adipura berulang kali, bahkan sekali Adipura Kencana. Artinya, pemeliharaan lingkungan dan pengolahan sampah kita sudah dinilai baik. Ini juga wujud keberhasilan Pemkot dalam mengelola lingkungan dan sampah. Ke depa, kami akan terus meningkatkan pengolahan sampah ini agar masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here