Salurkan Dana PEN, BPD DIY Bidik Kerjasama Proyek Tol

YOGYAKARTA, SM Network – Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY ditunjuk menjadi salah satu bank penyalur dana pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sejak program bergulir pada pertengahan Agustus 2020, sampai dengan saat ini sudah Rp 1,057 triliun dana tersalurkan.

Segmentasi terbesar adalah konsumsi sebanyak 3.833 debitur dengan nilai realisasi kredit menembus Rp 433,3 miliar. Segmen lainnya meliputi UMKM KUR, UMKM non KUR, dan korporasi. “Kami mendapat penempatan dana sebesar Rp 1 triliun dan disalurkan dengan daya ungkit dua kalinya. Masih ada waktu sampai dengan Februari 2021 untuk penyalurannya,” terang Direktur Utama BPD DIY Santoso Rohmad di kantornya, Rabu (18/11).

Mengejar sisa waktu tiga bulan pembiayaan, pihaknya akan bekerjasama dengan PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) selaku pemenang lelang pembangunan jalan tol ruas Yogyakarta-Solo. Langkah MoU ini sebagaimana pernah diterapkan dalam proyek Yogyakarta International Airport (YIA).

Sasaran pertama adalah pembiayaan subkontraktor lokal dengan jaminan Surat Perintah Kerja (SPK). Kedua, dilakukan dengan cara ikut ambil bagian dalam investasi proyek tol dan sasaran terakhir lewat pemberian kredit untuk pembebasan lahan. Terkait pembebasan lahan ini ada dua cara yakni pembayaran langsung menggunakan dana sendiri, atau sistem reimburse yang ditalangi oleh BPD DIY kemudian ditagihkan ke pemerintah dalam jangka waktu hingga tiga tahun.

“Pada proyek YIA, kami bisa berekspansi hingga Rp 700 miliar. Optimis di proyek tol ini nilainya bisa lebih,” kata Rohmad.
Penyaluran dana PEN akan terus digenjot. Selain membidik kerjasama dengan pemegang konsensi jalan tol, BPD DIY juga akan berekspansi ke sektor prioritas lainnya.

“PEN memberi banyak pengaruh positif terhadap kami. Selain menambah kepercayaan masyarakat, juga bisa memperluas ekspansi kami di tengah pandemi serta meningkatkan peranan sebagai APEX bank untuk lembaga bank perkreditan rakyat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan