Saat Suami Istri Berebut Suara

SM Network, Suasana tegang dalam sebuah pertarungan politik seolah sudah jamak terjadi, yang biasanya dibumbui dengan perang urat syaraf bahkan terkadang terjadi bentrok fisik antar pendukung. Namun, anggapan satire tentang dunia politik itu seolah luntur dengan adanya pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 215 desa di Kabupaten Temanggung, Kamis (9/1).

PANITIA pilkades di sejumlah desa di Temanggung berusaha membuat suasana pemilihan berlangsung cair, gembira dan benar-benar menjadi ajang pesta rakyat dalam memilih calon pemimpinnya.

Salah satunya yang dilakukan panitia pemilihan kepala desa, di Desa Campurejo, Kecamatan Tretetp. Di ketinggian Gunung Prau yang lebih dekat dengan dataran tinggi Dieng daripada ke ibukota kabupaten di Kota Temanggung ini, jalannya Pilkades cukup meriah dan unik.

Betapa tidak, suasana pemilihan penuh suasana gembira dan derai tawa masyarakatnya. Lantaran, di desa tersebut pemilih yang beruntung bisa mendapatkan hadiah dan dihibur dengan berbagi kesenian.

Pelaksanaan pilkades di kawasan Gunung Prahu tersebut disediakan hadiah bagi pemilih, yakni berupa satu unit sepeda motor, lima unit TV, tiga ekor kambing, dan puluhan hadiah hiburan lainnya serta pementasan kesenian berupa rebana, kuda lumping, topeng ireng, dan musik campursari.

Selain itu, para pemilih yang datang ke TPS tersebut juga disediakan makan dengan menu berupa sayuran, daging sapi, dan telur. Pilkades di Desa Campurejo diikuti dua calon kades, yakni Agus Setyawan merupakan petahana dan Panca Dewi yang juga istri Agus.

Melawan Istri

Dalam dua periode pilkades sebelumnya, Agus selalu melawan kotak kosong dan selalu memenangkannya, karena regulasi pilkades saat ini mengharuskan minimal dua calon maka atas permintaan warga, istrinya Panca Dewi ikut mendaftar sebagai calon kades.

Suasana tempat pencoblosan di aula Balai Desa Campurejo juga terlihat unik, kedua calon kades mengenakan baju petani duduk berdampingan di sebuah panggung dengan setting rumah zaman dulu yang terbuat dari dinding bambu atau orang Jawa menyebutnya gedhek. Perabotannya berupa kursi rotan dan meja kayu layaknya ruang tamu zaman kuna.

”Pilkades merupakan pesta kemenangan rakyat Campurejo dan pembiayaan ini sebagian ada sumbangan dari masyarakat. Kemauan masyarakat dan kemauan kami untuk mengadakan acara seperti ini agar bisa betul-betul menyejukkan suasana pilkades dan semoga menjadi kabar baik untuk Temanggung dan kabar baik untuk Indonesia,” kata Agus.

Sejumlah hadiah yang disediakan dalam pilkades tersebut termasuk kendaraan bermotor. Hadiah berupa sepeda motor untuk memeriahkan pesta rakyat ini, dan tentunya akan menjadi sempurna ketika di akhir cerita setiap orang tetap berdebardebar menunggu hadiah.

Ketua Panitia Pilkades Campurejo, Sujoko menyampaikan, ada 3.973 pemilih di Desa Campurejo yang dibagi menjadi tiga wilayah, yakni wilayah 1 meliputi Dusun Krajan, wilayah 2 terdiri atas Dusun Gondang dan Balong, dan wilayah 3 meliputi Dusun Sarang, Pringwulu, serta Dusun Pringlegi.

”Antusiasme warga untuk datang ke TPS besar sekali, apalagi disediakan sejumlah hadiah menarik. Pilkades ini benar-benar pesta rakyat, tidak ada pemilih yang merasa takut ke TPS karena memang suasananya menggembirakan,” katanya. 


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan