Rutan ‘Bukan Tempat Angker’

TEMANGGUNG, SM Network – Kepala Divisi Pemasyarakatan (kadivpas) Kemenkumham Jateng Meurah Budiman, meminta kepada kepada seluruh rumah tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Tengah untuk bersih dan bebas dari, pungli, korupsi dan narkoba. Selain itu harus merubah image bahwa rutan itu adalah tempat yang angker, sebab sesungguhnya fungsinya adalah untuk pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk memperoleh predikat WBK (wilayah bebas dari korupsi) dan WBBM (wilayah birokrasi bersih melayani) bukan hanya sekadar melempar statmen untuk mendapatkan simbol saja. Tentu saja satuan kerja kita harus dengan meningkatkan kinerja dan pelayanan publik yang terbaik,”ujarnya di sela-sela acara pisah sambut Karutan Kelas IIB Temanggung, Sabtu (20/6).

Oleh karena itu, Meurah meminta kepada seluruh staf di rutan untuk mebantu kepala rutannya agar kompak dalam bekerja. Karena salah satu bunyi resolusi pemasyarakatan secara nasional mewujudkan sebanyak 681 kesatuan kerja pemasyarakatannya untuk memperoleh WBK dan WBBM. Menurut dia, baik atau tidaknya layanan itu yang menilai adalah masyarakat sehingga harus benar-benar bisa dirasakan.

“Selama ini biasanya orang kalau lewat atau berada di Rutan takut, maka kita harus merubah image bahwa rutan itu bukan angker. Di Rutan dan Lapas itu kita berikan pembinaan dan layanan kepada mereka (napi), kita berikan hak-haknya seperti layanan kesehatan, maka segala bentuk layanan ini harus clear tidak ada pungli. Bahkan saat ini semua layanan data kita lakukan dengan online tidak ada lagi dengan berkas manual jadi tidak ada lagi kontak fisik dengan narapidana dan keluarganya,”katanya.

Meurah menegaskan yang harus dilakukan adalah deteksi dini dan pantauan di dalam Rutan. Selain itu, seluruh Rutan dan Lapas di Jateng harus bebas dari narkoba. Jangan sampai pegawai Rutan justru menjadi pemakai atau perantara peredaran narkoba. Ketiga lembaganya harus ada sinergi dengan instansi terkait seperti para penegak hukum baik dari Kejaksaan maupun Kepolisian.

Karutan Kelas IIB Temanggung Tri Wahyu Santoso menuturkan, memang semua UPT Pemasyarakatan di dorong untuk menjadi wilayah bebas korupsi menjadi wilayah birokrasi bersih melayani. Maka di situ ada penekanan peningkatan kualitas publik.

“Maka di Rutan Temanggung dibangun layanan terpadu yang cepat murah, malah gratis, jadi semua pelayanan publik di sini tidak dipungut biaya, termasuk ada nomor aduan seandainya ada pungutan-pungutan silakan laporkan. Karena kita komitmen mewujudkan Rutan Temanggung ini menjadi wilayah bersih bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani,”katanya.


Raditia Yoni Ariya/K41

Tinggalkan Balasan