SM/Supriyanto - BEDAH RUMAH: Perwakilan Sedulur Karanganyar Untung Karnanto menyerahkan bantuan perabot rumah tangga saat serah terima bedah rumah di Desa Penimbun, Kecamatan Karanggayam, Kebumen, Senin (22/3).

KEBUMEN, SM Network – Sawon (41) memperlihatkan raut wajah sumringah saat menyambut kehadiran anggota komunitas Sedulur Kebumen dan Sedulur Karanganyar, Senin (22/3). Pria yang mengalami gangguan jiwa sejak 15 tahun silam, sepertinya mengerti bahwa para dermawan itulah yang menjadi lantaran rumahnya menjadi layak huni seperti sekarang ini.

Ya, warga Dukuh Krajan Desa Penimbun, Kecamatan Karanggayam, Kebumen itu selama bertahun-tahun tinggal di tempat yang sangat tidak layak huni. Sawon bahkan terpaksa tidur di kandang kambing.
Awalnya kondisi rumah Sawon tersebar saat Kepala Puskesmas Karanggayam dokter Jen Alif Latifah Helmy menjenguk Sawon karena dia adalah pasien rutin di Puskesmas yang dipimpinnya.

Dokter Jen terkejut saat menjenguk pasien, karena rumahnya sangat jauh dari kata layak. Karena prihatin, gambar rumah Sawon diunggah di WhatsApp Grup Sedulur Karanggayar.

Kondisi itu pun memantik kepedulian anggota Sedulur Karanganyar dan Sedulur Kebumen untuk membantu meringankan beban hidup Sawon. Paling tidak dengan merehabilitasi rumahnya, akan lebih memanusiakan Sawon sebagai seorang manusia. Bagi Sedulur Kebumen bedah rumah di Desa Penimbun ini adalah yang ke-28 kali. Sedangkan bagi Sedulur Karanganyar kegiatan sosial ini baru yang perdana.

“Sedulur Kebumen berkolaborasi dengan Sedulur Karanganyar membuat rumah Sawon menjadi layak. Apalagi sampai tidur di kandang kambing. Itu sangat tidak manusiawi,” ujar sesepuh Sedulur Kebumen Sugeng Budiawan di sela-sela serah terima bedah rumah Sawon, Senin (22/3).

Tampak hadir dari jajaran Forkopimcam Karanggayam seperti Pemerintah Kecamatan, Koramil, dan Polsek Karanggayam, serta dari Pemerintah Desa Penimbun.

Tampak Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Bobbyn Soebiyanto, Muncul Group Santoso Budiawan, dan Sedulur Karanganyar dan Kebumen Ino Siapindo, Untung Karnanto alias Kaki Langka, Hargo Yohanes dan Arif Priyantoro.
Meski tak banyak kalimat terucap, Sawon pun tampak senang dan menyampaikan terimakasih. Mata yang berbinar mengisyaratkan bahwa dia sedang gembira.

Menurut penuturan sang kakak Parmi (49), kondisi Sawon yang dahulu suka mengamuk dengan pengobatan secara rutin dan pendampingan dari Puskesmas Karanggayam sekarang jauh lebih membaik. Meski begitu adiknya pun masih tetap harus rutin kontrol dan mengonsumsi obat.

Merasa Bangga

Kepala Desa Penimbun Saijan merasa bangga karena keluarga Sawon dibantu oleh Sedulur Kebumen dan Karanganyar. Proses perbaikan rumah memakan waktu selama 20 hari. Saat ini Sawon juga menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sosial (bansos) kabupaten dan bantuan desa.

“Kami berharap Sawon bisa kembali normal dan bisa bermanfaat kehidupannya bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Saijan.

Untung Karnanto mewakili Sedulur Karanganyar menyampaikan, dalam bedah rumah kali ini memerlukan dana sekitar Rp 21 juta. Dana berasal dari para dermawan yang dihimpun melalui Sedulur Kebumen dan Sedulur Karanganyar.

“Harapannya, dengan bedah rumah ini dapat membantu Pak Sawon agar tinggal rumah hidup lebih layak,” ujar Untung Karnanto yang merupakan aktivis sosial dan lingkungan hidup.