Ruang Isolasi Terpakai Lebih Dari Separo

YOGYAKARTA, SM Network – Kasus positif Covid-19 di DIY masih cenderung meningkat, kendati jumlah pasien yang sembuh juga terus bertambah. Hingga Minggu (3/5), dilaporkan sebanyak 115 pasien terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.

Empat puluh sembilang orang diantaranya dinyatakan telah sembuh, dan tujuh pasien meninggal dunia. Sejak kasus positif ditemukan pada 15 Maret 2020, lonjakan cukup tajam terjadi dalam sepekan terakhir dengan jumlah penambahan mencapai 32 pasien. 

Seiring tren peningkatan kasus Covid-19, ketersediaan ruang isolasi menjadi hal yang perlu mendapat perhatian. Juru Bicara Penanangan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih menjelaskan, total ruang isolasi yang ada berjumlah 269 terdiri atas 250 ruang isolasi non critical dan sisanya critical.

“Critical artinya untuk perawatan intensif, semisal pasien yang menggunakan ventilator,” terangnya, Minggu (3/5).Dari keseluruhan kamar isolasi yang tersedia, saat ini telah terpakai sebanyak 145 bed.

Pasien yang berada di ruang isolasi tersebut tidak hanya kasus positif yang belum sembuh, tapi juga pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih menunggu hasil, dan PDP negatif yang belum dipindahkan ke ruang perawatan biasa karena kondisi atau perlu proses persiapan. “Kapasitas ruang isolasi masih mencukupi. Kita berharap tentunya tidak akan sampai melonjak melebihi jumlah kamar yang telah disiapkan,” ujar Berty. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan, khusus untuk Sleman, kapasitas kamar isolasi di rumah sakit intermediate dan rumah sakit rujukan diluar RSUP Sardjito berjumlah 87 ruangan.

Diharapkan, pengembangan RSA UGM segera rampung sehingga bisa menambah bangsal Covid-19. “Perkiraannya, pengembangan RSA UGM selasai pada minggu ketiga bulan Mei,” tukas Joko.Jika proyek itu selesai maka akan ada penambahan sekitar 100 tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan