RSUD Sleman Dilengkapi Laboratorium Terpadu Covid-19

SLEMAN, SM Network – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman kini dilengkapi laboratorium terpadu Covid-19. Sarana ini terletak di area gedung baru, yang diresmikan oleh Bupati bertepatan HUT RSUD Sleman ke-43 pada tanggal 7 November 2020.

Fasilitas yang ada di dalamnya meliputi pemeriksaan tes antibodi dan swab PCR Covid-19 menggunakan alat TCM. Pada gedung baru itu juga terdapat fasilitas Magnetic Rsonance Imaging (MRI) yakni metode pemeriksaan yang dapat menghasilkan gambar organ yang lebih jelas termasuk untuk pemeriksaan tumor, dan ruang CT Scan.

Selain itu ada Ruang Dahlia yang merupakan ruang bedah untuk pelayanan persalinan Covid-19, serta pelayanan telemedicine talen yang merupakan inovasi layanan konsultasi online yang sangat diperlukan olah masyarakat di masa pandemi.

Bupati Sleman Sri Purnomo berharap, keberadaan laboratorium terpadu dapat meningkatkan pelayanan terkait penanganan Covid-19. “Dengan memiliki laboratorium sendiri, hasilnya lebih cepat diketahui. Pagi diuji swab, sore sudah ketahuan hasilnya,” kata Sri, Rabu (18/11).

Dia pun memberi apresisasi kepada para tenaga kesehatan dan pegawai yang ada di rumah sakit maupun puskesmas karena telah berjuang memberikan pelayanan maksimal. Dengan perjuangan itu, Sleman berhasil menaikkan angka kesembuhannya mencapai 86,07 persen dan dan tingkat kematian 1,76 persen. Artinya, tingkat kesembuhan tersebut diatas rata-rata nasional dan tingkat kematiannya dibawah rata-rata nasional.

Direktur RSUD Sleman Cahya Purnama mengatakan, pihaknya terus melakukan skirining ketat terhadap adanya potensi penularan Covid-19. “Area untuk bangsal perawatan pasien Covid-19 terpisah dengan pasien umum. Peralatan medis juga terpisah, sehingga bangsal Covid berdiri sendiri dan kita bisa melakukan kontrol infeksi dengan baik,” ungkapnya.

Sejak awal Oktober lalu, RSUD Sleman sudah mengoperasikan dua unit alat pemeriksa tes cepat molekuler (TCM) untuk deteksi virus corona. Pemeriksaan sampel dengan TCM bisa selesai dalam waktu kurang lebih dua jam. Jauh lebih singkat dibanding metode PCR yang butuh waktu sekitar 2-3 hari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menambahkan, ada 40 spesimen Covid-19 yang bisa diuji dalam sehari. Tiap alat TCM dapat digunakan untuk pemeriksaan 20 sampel. Artinya dalam seminggu, kapasitas uji dengan metode TCM sekitar 240 spesimen.

“Alat TCM ini diutamakan untuk pemeriksaan hasil tracing karena jumlahnya cukup banyak,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan