SM/Triyo Handoko - DEKLARASI: Kepala RST dr Soedjono Magelang, Kolonel dr Deddy Firmansyah bersama jajaran dan tamu undangan menunjukkan dokumen usai mendeklarasikan target Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM) di lingkungan kerja.

MAGELANG, SM Network – Kepala RST dr Soedjono Magelang, Kolonel dr Deddy Firmansyah mendeklarasikan target Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM) di lingkungan kerjanya. Deklarasi berlangsung di Ruang Komite Medik, Kamis (4/3).

“Pada Desember 2020 lalu kami mendapat penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunan Aparatus Sipil Negara (Kemenpan), sehingga perlu untuk meningkat menjadi WBBM,” ujarnya usai deklarasi.

Dia mengatakan, langkah pertama untuk mewujudkan target tersebut adalah dengan membangun Zona Integeritas di RST dr Soedjono. “Hal tersebut menjadi sebuah keniscayaan di era Reformasi, apalagi RST dr Soedjono bagian dari Badan Layanan Umum,” katanya.

Zona Integrasi, kata dr Daddy, menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam sistem kerjanya. Sehingga, tidak hanya pencegahan korupsi, Zona Integrasi juga mewajibkan pelayanan publik yang maksimal.

“Tidak hanya membangun Zona Integrasi, untuk mencapai WBBM diperlukan indikator yang jelas dan terukur,” katanya.

Disebutkannya, indikator tersebut adalah pertama, managemen perubahan, mencakup Tim Kerja Zona Integeritas, hingga rencana pembangunan, pemantuaan, dan evaluasi. Kedua, Penataan dan tata laksana Zona Integritas, mencakup SOP yang sudah ada dan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik.

Kemudian ketiga, penataan sistem manejemen SDM, mencakup perencanaan kebutuhan pegawai, pola mutasi internal, pengembangan pegawai berbasis kompetensi, hingga penegakan kode etik dan disiplin prilaku. Keempat, Penguatan akuntabilitas, mencakup penyusunan Indikator Kinerja Utama dan Indikator Kerja Spesifik.

Terakhir kelima, Penguatan pengawasan, mencakup pengendalian gratifikasi, pengaduan masyarakat, hingga sistem pengedaliaan internal pemerintah.

“Jika kelima indikator tersebeut terpenuhi maka faktor keenam, yaitu Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, akan mengikuti,” jelasnya.

Upaya untuk mencapai indikator tersebut disambut antusias oleh seluruh elemen rumah sakit. Salah satunya dr Agung Siswanto Sp. KG, dokter poli gigi. Ia mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk ikut andil mensukseskan target tersebut dengan memberikan pelayanan maksimal.

“Saya optimis bisa mencapai target tersebut di tahun ini, karena kami selalu berinovasi terus dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.