RSPAU Jogja Bakal jadi Rumah Sakit Pendidikan

BANTUL, SM Network – Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr S Hardjolukito Yogyakarta tak hanya berfungsi sebagai lembaga kesehatan semata, namun saat ini rumah sakit milik Markas Besar (Mabes) TNI AU itu juga segera menyandang status sebagai rumah sakit pendidikan.

Proses akreditasi rumah sakit pendidikan bagi rumah sakit tersebut juga tengah dilakukan.”Selama ini kami telah melaksanakan standar sebagai rumah sakit pendidikan, dengan segala penyempurnaanya. Hari ini (kemarin) tim penilai hadir, semoga bisa lulus (akreditasi),” tutur Kepala RSPAU Marsma TNI dr. Djunadi Rabu (26/2).

Menurutnya, selama ini RSPAU telah membuktikan memiliki fungsi ganda, yakni disamping berfungsi memberikan pelayanan medis kepada masyarakat juga berfungsi sebagai tempat pembelajaran bagi calon dokter baik dokter gigi dan dokter spesialis untuk meningkatkan kompetensinya. 

RSPAU selain melaksanakan Operasi Militer Perang yaitu dukungan kesehatan bagi operasi militer dan latihan juga melaksanakan Operasi Militer Selain Perang dalam bentuk pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat, salah satunya dengan berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan.

“Proses akreditasi rumah sakit pendidikan sudah kami jalani sejak beberapa waktu lalu setelah sebelumnya kami juga mendapatkan Akreditasi Paripurna sebagai indikator standarisasi pelayanan kesehatan yang didapat dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melalui SNARS. Akreditasi pendidikan kali ini merupakan rumah sakit dapat ditetapkan menjadi Rumah Sakit Pendidikan setelah memenuhi persyaratan dan standar Rumah Sakit Pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Hadir sebagai tiga surveyor dari Kementerian Kesehatan yakni Dr Else Mutiara Shotang Sp.PK sebagai ketua, drg.Chistiana EHN, M.Kes, dan Nunik Savitri,SH.,MARS. Kemudian Surveyor lainnya dr. Andi Wahyuningsih Attas, Sp.AN,KIC MARS mewakili Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI) serta Dr.dr.Iwan Yusuf.Msc selaku perwakilan dari Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI).

Tim surveyor melakukan penilaian meliputi 5 Standar, terdiri dari Standar satu berupa misi, visi dan komitmen Persyaratan RS Pendidikan. Standar dua berupa Standar manejemen dan Administrasi RS Pendidikan. Standar tiga yaitu Standar SDM untuk Program Pendidikan Klinis. Standar Empat yaitu Standar Penunjang Pendidikan serta peninjauan lapangan. Standar terakhir yaitu perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinik yang berkualitas.

“Proses akreditasi dengan melakukan penelusuran syarat syarat dilakukan selama satu hari,” sambung Humas RSPAU Letkol Kes Agung Riyadi.

Agung menambahkan pelaksanaan rumah sakit pendidikan berdasarkan pada PP Nomor 93 tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan. Dalam aturan itu dijelaskan RS Pendidikan adalah rumah sakit yang mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran dan/atau kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan