SM/dok - DONASI SUSU: Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM menerima donasi susu dari member Rotary Club of Yogya Tugu di Pendopo Kecamatan Kutowinangun, Kebumen, Selasa (23/3).

KEBUMEN, SM Network – Guna mendukung Pemkab Kebumen menurunkan angka stunting, Rotary Club of Yogya Tugu bersama Rotary Club Walet Kebumen mengadakan bakti sosial.

Bakti sosial dalam bentuk donasi susu untuk balita stunting digelar di Pendopo Kantor Camat Kutowinangun, Kebumen, Selasa (23/3).

Organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan itu menyerahkan bantuan susu di dua kecamatan yakni Ambal dan Kutowinangun. Secara simbolis bantuan diserahkan kepada 15 balita stunting.

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr HA Dwi Budi Satrio MKes. Hadir Presiden Rotary Club of Yogya Tugu Marcus Hacquecbord bersama PDG Sadana, dan sejumlah member Rotary Club of Yogya Tugu.

“Terima kasih kepada Rotary Club karena sudah ikut serta memberikan bantuan kepada masyarakat Kebumen untuk mencegah dan mengatasi stunting di Kebumen,” ujar Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih.

Ristawati menegaskan bahwa penurunan angka stunting perlu terintegrasi dan didasari dengan strategi lima pilar, yakni komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan perubahan perilaku, konvergensi program pusat, daerah, dan desa, ketahanan pangan, serta pemantauan dan evaluasi.

“Kelima pilar ini perlu ditindaklanjuti dengan intervensi spesifik dan intervensi sensitif sehingga akan memperbaiki asupan gizi dan penurunan infeksi sehingga prevalensi stunting akan turun,” jelasnya.

Butuh Sinergitas

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Dwi Budi Satrio MKes mendukung program pemerintah untuk mencegah stunting dengan pemberian bantuan susu.

Dia berharap bantuan tersebut memberikan penurunan terhadap stunting dan mengingatkan masyarakat untuk periksa dengan rutin para putra putrinya yang terkena maupun ada tanda tanda stunting.

“Monggo untuk tetap melakukan pemeriksaan secara rutin agar dapat terdeteksi dan dapat diatasi secara cepat dan efisien,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menegaskan bahwa dibutuhkan kerja keras dan sinergitas untuk menurunkan angka stunting di Kebumen yang masih 15,34 persen. Percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting, dilakukan dengan rencana membentuk tim khusus penanganan stunting.

“Rencana tersebut untuk memudahkan koordinasi sehingga diharapkan penanganan stunting lebih maksimal,” ujar Arif Sugiyanto saat membuka Rembuk Stunting Kabupaten Kebumen Tahun 2021, Senin (22/3).

Dalam acara itu sekaligus penandatangan komitmen percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting terintegrasi. Penandatangan komitmen mewujudkan Kebumen tanpa stunting, dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kebumen, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kebumen.