RKPD 2022, Pemkot Magelang Jaring Masukan Pelaku UMKM

MAGELANG, SM Network – Pemerintah Kota Magelang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjaring saran dan masukan dari masyarakat di sektor ekonomi kerakyatan melalui Focus Group Discussion (FGD) RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) 2022.

Masukan dari pelaku usaha langsung ini akan menjadi salah satu pertimbangan dalam perumusan kebijakan kepala daerah ke depan. Mereka yang turut dalam FGD di antaranya dari unsur pelaku UMKM, pedagang kaki lima (PKL), koperasi, dan lainnya. Hadir pula Anggota Komisi A DPRD Kota Magelang, Tyas Anggraeni dan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Kepala Bidang Ekonomi dan Prasarana Wilayah Bappeda Kota Magelang, Iwan Triteny Setyadi mengatakan, FGD RKPD 2022 ini paralel dengan pembahasan RPJMD 2021-2022 yang masih berjalan. FGD dilakukan dengan tema yang bervariasi, termasuk kali ini tentang pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Hampir tiap hari kita melakukan FGD dengan tema berbeda-beda. Tema kali ini seputar pemulihan ekonomi yang berarti luas, tidak hanya masalah UMKM saja. Kita minta masukan juga masalah PKL, koperasi, dan lainnya,” ujarnya di sela FGD di Aula Pangripta Bappeda Kota Magelang.

Dia menuturkan, FGD khusus pembahasan kali ini mengingat pembangunan daerah tidak lepas dari kekuatan ekonomi kerakyatan. Terlebih, Kota Magelang sebagai Kota Jasa yang tulang punggungnya adalah pelayanan baik di sektor ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.

“Tujuan FGD ini untuk mendapat masukan dan saran dari pelakunya langsung, yakni UMKM, PKL, dan Koperasi. Kita ingin mengetahui kondisi dan masalah di masyarakat, termasuk terkait akibat dari pandemi Covid-19. Begitu pula keinginan mereka seperti apa,” katanya.

Dari gelaran FGD ini, Iwan mengaku, mendapat banyak saran, masukan, dan keluhan dari para pelaku ekonomi kerakyatan. Salah satunya yang masih menjadi kendala utama adalah pemasaran produk mereka yang perlu diperluas lagi.

“Salah satu solusinya memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Banyak sekarang pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi, seperti lewat media sosial, masuk ke marketplace, dan lainnya. Perlu ada pemahaman lebih tentang IT, karena teknologi sekarang jadi kebutuhan untuk pengembangan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.

Pemkot Magelang, kata Iwan, saat ini sudah memiliki aplikasi Magelang Cerdas. Salah satu isinya promosi dan pemasaran produk UMKM. Kemudian pemerintah juga kerap membuat pelatihan dan pendampingan, termasuk mempertemukan pelaku UMKM dan startup atau pebisnis besar.

“Nah, wali kota terpilih juga memiliki program unggulan, salah satunya membuat aplikasi Magesty (Magelang Smart City). Tujuannya semua layanan terintegrasi di satu aplikasi ini, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” paparnya.

Ditambahkannya, wali kota terpilih juga memiliki program Magelang Keren (Kelurahan Entrepreneur Center), yang mana tiap kelurahan ditarget ada klinik UMKM. Tugasnya pendampingan terkait manajemen, pemasaran, pengemasan, dan lainnya.

“Ini terkait dengan program unggulan lain, yakni menciptakan 1.500 wirausaha baru. Kita punya sekitar 1.034 RT, sehingga tiap RT paling tidak punya 1-2 pengusaha baru. Mereka dilatih dan didampingi agar berkembang dan maju,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan