Ribuan Pendeteksi Corona Siap Didistribusikan

YOGYAKARTA, SM Network – Sebanyak 5.000 unit pendeteksi virus corona lewat hembusan nafas, GeNose C19 siap didistribusikan pada pertengahan bulan Februari 2020. Para peneliti dari UGM menyatakan alat tersebut telah mendapatkan izin edar dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

”Kapasitas produksi per Februari 2021 lebih 5.000 unit, sudah bisa dipakai dan didistribusikan ke seluruh Indonesia,” ungkap Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro dalam Konferensi Pers secara daring, kemarin.

Ia mengatakan saat ini Genose C19 telah digunakan di sejumlah rumah sakit. Beberapa di antaranya adalah RS Bhayangkara Yogyakarta, RS Karyadi Semarang, RS Moewardi Solo, dan RS UNS. Kehadirannya dapat memperkuat sistim surveillance 4T yakni testing, tracing, tracking, serta treatment.

Selain itu gerakan 3 M tetap perlu dilakukan yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna meminimalisir penyebaran virus corona baru. Menurut Bambang, Indonesia perlu kemandirian melakukan testing dan monitoring, terutama untuk skrining. Ia menambahkan testing dengan PCR merupakan gold standar.

Namun untuk skrining dituntut kemampuan melakukan inovasi melahirkan alat yang bisa melakukannya dalam wkatu cepat, relatif nyaman, dan tingkat akurasi tinggi. Ia berharap inovasi GeNose dapat mendorong pemulihan ekonomi.

Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya mendukung sektor kesehatan, tetapi juga dapat menunjang upaya untuk memulihkan kegiatan ekonomi. Hilirisasi Kesehatan Inovasi GeNose berkontribusi dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi inovasi alat kesehatan.

Selain itu, menghemat anggaran belanja untuk keperluan rapid test Covid-19 dan mendorong pertumbuhan inovasi bernilai ekonomi tinggi. Juga mempercepat proses deteksi orang terinfeksi Covid-19, membantu mitigasi risiko penyebaran Covid-19 di berbagai wilayah , serta membangun kepercayaan publik bahwa industri dalam negeri mampu memproduksi karya inovasi anak bangsa.

Alat yang dikembangkan tim peneliti UGM sejak Maret 2020 lalu tersebut terbukti memiliki sensitivitas hingga 92 persen dan spesifitas mencapai 95 persen. Satu unit Genose C19 dijual Rp 62 juta dan dapat digunakan mendeteksi Covid-19 melalui hembusan napas dengan sangat cepat yakni sekitar dua menit tanpa memerlukan reagen maupun bahan kimia lainnya.

Alat dapat dipakai untuk melakukan tes sekitar 120.000 orang per hari dengan biaya terjangkau. Anggota Tim GeNose, dr Dian Kesumapramudya Nusantara, mengatakan saat ini diproduksi 100 unit Genose C19 yang semuanya telah terjual.

Selanjutnya akan kembali memproduksi 100 unit di tahap selanjutnya denga bantuan Kemenritek/BRIN. Sejumlah institusi dan filantropi memberi dukungan sehingga bakal diproduksi sekitar 2.000 di akhir Januari dan 5.000 pada pertengahan Februari.

Tinggalkan Balasan