Revisi RTRW Sesuaikan Rencana Pembangunan Jalan Tol

KEBUMEN, SM Network – Revisi rencana tata ruang tata wilayah (RTRW) Kebumen yang mencantumkan pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan menyesuaikan dengan pusat.

Sekretaris Badan Perencanaan Pelatihan dan Pengembangan Daerah (Bap3da) Kebumen, Mohamad Arifin mengatakan, saat ini memang sedang dilaksanakan revisi terhadap Perda RTRW. “Untuk perdanya memang sudah dicantumkan keberadaan jalan tol tersebut. Namun trase (situasi jalan) yang berada di dalam draft perda masih berbeda dengan trase yang ada sekarang ini. Oleh sebab itu kami akan meminta kepastian kepada pemerintah pusat,” ungkap Arifin dalam focus group discussion di ruang rapat Bap3da Kebumen, Kamis (4/6). Hal itu dilakukan agar nantinya bisa dicantumkan secara lengkap pada revisi RTRW, sehingga bisa linier dengan rencana pemerintah pusat.

Dalam FGD tersebut diikuti oleh beberapa perwakilan OPD, di antaranya BPBD, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, Dinas Perkim LH, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Arifin mengemukakan, pembangunan jalan tol yang akan melewati Kebumen itu merupakan proyek pemerintah pusat. Rencana awal pembangunan tol tersebut hanya akan diberi satu exit tol. Hingga kemudian Bupati Yazid Mahfudz mengusulkan agar Kebumen terdapat tiga exit tol, yakni exit tol Kebumen Kota yang kemungkinan akan dibangun di sekitar Terminal Bis Kebumen, exit tol Kebumen Barat yang kemungkinan akan dibangun di Ayah atau Rowokele, serta exit tol Kebumen Timur yang kemungkinan akan dibangun di wilayah Kecamatan Prembun.

“Tetapi oleh pemerintah pusat baru diberi jatah satu exit tol, nah Pak Bupati menghendaki ada penambahan dua lagi di sebelah barat dan sebelah timur karena memang jalan tol kalau tidak ada exit tol yang banyak daerah tidak menerima manfaatnya” terang Arifin.

Lebih lanjut, adanya penambahan exit tol sekaligus merupakan upaya dari pemkab untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sebab, bila hanya diberi satu exit tol, dikhawatirkan Kebumen tidak mendapatkan apa-apa. Pihaknya bersama para OPD terkait pun akan mengkaji lebih lanjut, baik secara teknis maupun secara finansial. “Kami mengundang OPD untuk minta pertimbangan-pertimbangan, baik teknis maupun finansial. Kemudian juga Amdal Lalinnya mau seperti apa karena ini rencana dibangun mulai 2022 dan beroperasi 2025,” tambah Arifin.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Dodi Supriyanto berharap agar adanya jalan tol nanti, Kebumen tidak hanya menjadi perlintasan saja. Sehingga penting untuk menambah exit tol lebih dari dua tempat.


Arif Widodo

Tinggalkan Balasan