Resepsi Nikah Dibolehkan, Maksimal Undangan 30 Orang

WONOSOBO, SM Network – Masa transisi menuju new normal di tengah pandemi Covid-19 mulai disosialisasikan ke sejumlah masyarakat. Dalam forum komunikasi pimpinan Kecamatan Sukoharjo yang digelar di Gedung Olahraga Desa Sukoharjo disosialisasikan beberapa hal penting salah satunya yaitu tentang pembatasan dalam resepsi pernikahan.

Dalam acara tersebut Kepala KUA Sukoharjo, Slamet Riyadi mengatakan, pesta atau resepsi pernikahan diperbolehkan dengan penerapan protokol kesehatan ketat, dimana maksimal tamu undangan hanya 20 persen dari kapasitas ruangan, atau tidak boleh melebihi 30 orang.
“Dalam masa new normal, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, akad nikah maksimal dihadiri oleh 5 orang, yaitu 2 mempelai, 1 wali nikah dan 2 saksi, sementara untuk pesta atau resepsi apabila diselenggarakan di gedung tidak boleh melebihi dari 20 % kapasitas, atau maksimal 30 orang hadirin,” jelasnya.

Tak hanya itu, bagi mempelai yang hendak menggelar resepsi pernikahan, pihak KUA juga mewajibkan agar protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat, seperti ketetuan terkait jarak antar tamu, atau Physical Distancing, penyediaan fasilitas cuci tangan, serta setiap hadirin harus mengenakan masker.

Dalam forum yang juga dihadiri oleh puluhan Kades, tokoh agama dan tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda, Bupati Wonosobo Eko Purnomo mengingatkan kembali kepada segenap tokoh dan para pemuka agama untuk benar-benar menanamkan disiplin kepada warga terkait antisipasi dan pencegahan penularan demi memutus mata rantai Covid-19.

“Saya sangat mengapresiasi adanya forum sosialisasi ini, dan semakin optimis bahwa masyarakat Sukoharjo maupun warga di Kecamatan lainnya se-Wonosobo, dengan komitmen kita bersama untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, akan mampu memutus mata rantai penularan dan terhindar dari wabah Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukoharjo, Rina Setyowati meminta kepada masyarakat agar bisa memberikan teladan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan masing-masing, agar warga tak mengendurkan kewaspadaan terhadap bahaya virus corona.
“Tetap terapkan physical maupun social distancing, juga disiplin dalam pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta disiplin untuk mengenakan masker setiap kegiatan warga di luar rumah,” bebernya.


SM Network/dib

Tinggalkan Balasan