Renovasi Monumen Perjuangan Tentara Pelajar Ditolak Warga

PURWOREJO, SM Network – Renovasi monumen perjuangan tentara pelajar di depan Markas Bataliyon 412 Purworejo ditolak oleh sejumlah elemen masyarakat.

Salah satunya dari Komunitas Masyarakat Peduli Purworejo (KMPP). Bahkan, komunitas yang diketuai oleh Tri Joko Pranoto ini telah melayang surat penalokan kepada Bupati Purworejo dan Ketua DPRD Kabupaten Purworwjo.

Dalam salah satu suratnya menyebutkan, secara hukum, penurunan lambang negara Garuda dan menempatkannya di lokasi yang lebih rendah menjadi bentuk penghinaan. Secara historis, monumen tersebut didirikan oleh Pemkab sekitar 40 tahun lalu, sebagai penghargaan terhadap para tentara pelajar dalam perjuangan Republik Indonesia.

“Kami sangat berharap agar monumen itu kembali seperti semula,” tegasnya.

Penolakan renovasi monumen yang berada di Jalan Brigjend Katamso ini juga datang dari Dewan Kesenian Purworejo (DKP).

Secara resmi, DKP telah mengeluarkan surat perihal penolakan renovasi Monumen Perjuangan Tentara Pelajar Purworejo yang ditantandangani oleh Ketua DKP, Angko Setiyarso Widodo.

“Surat sudah disampaikan kepada Bupati Purworejo sebagai dukungan terhadap KMPP dan sejumlah elemen masyarakat yang menolak pelaksanaan renovasi Monumen Perjuangan Tentara Pelajar Purworejo,” kata Angko.

Dalam surat tersebut tertulis 5 poin pertimbangan DKP. Pertama, merobohkan Tugu Perjuangan Tentara Pelajar dan mengganti dengan tugu patung pelajar berseragam SD telah merusak nilai budaya masyarakat Purworejo yang selama ini sangat menghargai semangat juang para pendahulu yang telah berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Kedua, Purworejo telah melahirkan banyak tokoh yang berperan aktif di daerah maupun nasional dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam segala bidang mulai dari seni budaya, hingga militer, bahkan diantaranya mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional. Perobohan patung-patung tersebut mengkhianati perjuangan tentara pelajar dan tokoh-tokoh asal Purworejo tersebut.

Ketiga, sejumlah patung yang menggambarkan kisah kejuangan para pejuang tentara pelajar yang berada di Monumen Perjuangan Tentara Pelajar merupakan karya seniman Purworejo yang kebetulan juga seorang difabel Penggantian patung-patung tersebut tanpa seizin/sepengetahuan seniman, mengusik kebanggaan dan solidaritas seniman di Purworejo.

Keempat, Menurunkan dan mengecilkan lambang Garuda Pancasila yang merupakan tambang negara, ideologi bangsa dari atas monumen dan mengganti dengan patung pelajar SD merupakan pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia.

Kemudian yang kelima, Renovasi Tugu Perjuangan Tentara Pelajar oleh Bupati Purworejo terkesan tanpa konsep dan tidak melibatkan unsur masyarakat terkait dan mengabaikan masyarakat sebagai pemilik kedaulatan.

Tinggalkan Balasan