SM/Arif Widodo : Prasetya Panggih

KEBUMEN, SM Network – Relawan yang mengatasnamakan Masyarakat Kotak Kosong (Mas Koko) menyesalkan pencopotan baliho sosialisasi kotak kosong di Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kebumen. Mereka meminta pihak terkait ikut bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

“Berdasarkan laporan yang kami terima tadi malam, pencopotan baliho tersebut ada keterlibatan aparat dari kecamatan Ayah, yang menekankan agar baliho sosialisasi kotak kosong harus dicopot,” ungkap salah satu Presidium Mas Koko, Prasetya Panggih, Selasa (29/9).

Panggih lantas menyampaikan sebaiknya dalam menyikapi dinamika Pilkada yang diikuti calon tunggal di Kebumen itu dibersihkan dari segala intervensi. Terlebih, kotak kosong atau kolom tanpa gambar pada kertas suara sudah jelas sah untuk dipilih. Adanya pencopotan baliho sosialisasi kotak kosong itu juga telah diketahui Panwascam Ayah dan sudah diklarifikasi di Polsek setempat. Baliho tersebut berisi tulisan

“Jangan Golput. Pilkada 2020 Pilih Kotak Kosong. Kotak Kosong Menang Kebumen Kondang”.

Dikatakan Panggih, isi baliho itu tidak menyalahi aturan. Begitu pula pemasangannya. Justru, terang Panggih, pihaknya ikut membantu KPU mensosialisasikan kotak kosong sebagai konsekuensi adanya calon tunggal dalam pelaksanaan PIlbup di Kebumen.

Diketahui, keberadaan calon tunggal tidak ada pembandingnya. Baik visi misi maupan tim suksesnya. Penduduk Kebumen yang berjumlah satu juta lebih pun menjadi tidak punya pilihan. Sedangkan secara undang-undang disediakan kotak kosong sebagai pilihan masyarakat yang tidak menghendaki calon tunggal.

Panggih berujar, kendati kotak kosong tak ada tim suksesnya, namun para relawan Mas Koko memiliki misi. Antara lain menggugah kegelisahan masyarakat yang tidak terwakili dengan adanya calon tunggal.

“Calon tunggal itu rekayasa elite. Masyarakat pun berhak memilih yang tidak disepakati,” tuturnya.

Lebih lanjut, Panggih menginginkan proses Pilkada yang memasuki tahapan kampanye saat ini berjalan dengan fair. Sehingga, jika birokrasi mendukung atau berpihak, maka ia meminta Inspektorat turun dan ikut memantau. Mengingat, pemasangan baliho sosialisasi kotak kosong itu salah satu kegiatan relawan Mas Koko. Diharapkan kotak kosong menang pada Pilbup 9 Desember 2020.

“Kalau calon tunggal yang menang, lalu siapa yang akan mengontrol saat kondisi pemerintahan semua sama,” imbuh Panggih yang asli Desa Brecong, Kecamatan Buluspesantren itu. Terpisah, Camat Ayah Munadi yang dikonfirmasi Suara Merdeka mengaku belum mengetahui adanya pencopotan baliho sosialisasi kotak kosong di wilayah yang dipimpinnya. “Nanti akan kita cek ke lapangan,” sergahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here