Rekomendasi Golkar Untuk Afif-Albar Belum Sah

WONOSOBO, SM Network – Rekomendasi Partai Golkar untuk pasangan Afif Nurhidayat dan Muhammad Albar dalam Pilkada Wonosobo yang diberikan beberapa waktu lalu oleh jajaran pengurus  DPP Partai Golkar di Jakarta belum sah. Pasalnya, rekomendasi untuk Afif-Albar tersebut belum ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar.

Kabar tersebut dibenarkan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Wonosobo, Ungkur Sutanto saat ditemui setelah acara penyerahan rekomendasi Afif-Albar dari Partai Hanura di Rumah Joglo Mudal Mojotengah, kemarin. Pihaknya mengakui, bahwa bentuk dukungan tersebut belum sah atau resmi sebab surat rekomendasi tersebut belum ditandatangani oleh DPP Golkar.

“Kemarin saya memang ke Jakarta untuk mengambil rekomendasi  Afif-Albar. Tapi secara sah memang belum karena belum ditandatangani. Tapi yang jelas Golkar akan mendukung paslon Afif-Albar. Saya sudah konfirmasi ke ketua DPD I sesuai mekanisme,”  jelasnya.

Rekomendasi tersebut pun diakui Ungkur bisa berubah setiap waktu dan secara pasti masih menunggu tandatangan dari Ketua Umum Partai Golkar. Ungkur menjelaskan, jika partai PDI Perjuangan masih komitmen kepada Golkar, maka arah dukungan Golkar masih kepada nama Afif-Albar.

“Rekomendasi masih bisa berubah dan secara pasti menunggu tandatangan dari Ketua Umum. Untuk waktunya kapan saya juga belum tahu namun ini masih dalam proses,” tandasnya.

Dengan demikian, baru terdapat tiga rekomendasi yang secara sah menyatakan dukungan untuk paslon Afif-Albar, yakni dari partai PDIP, Demokrat, dan Hanura. Sementara rekomendasi partai lain yang menjadi bagian dari koalisi besar untuk mengusung Afif-Albar, yakni PKB, PAN, dan Nasdem, sampai saat ini belum juga keluar. Tetapi ada dua partai di luar koalisi yang komunikasi politiknya mengarah ke Afif-Albar, yakni Golkar dan PPP.

Di sisi lain, masih ada sejumlah partai yang belum menentukan arah dukungannya dalam Pilkada Wonosobo 2020, yakni Gerindra dan Perindo dengan tujuh kursi. Secara matematis kedua Partai tersebut tidak bisa mengusung calon dalam Pilkada karena belum memenuhi jumlah minimal untuk mengusung calon, yakni sembilan kursi.

Ditanya tentang rekomendasi partai yang belum keluar, Afif menyatakan masih menunggu keluarnya rekomendasi dari PPP yang ia katakan tinggal menunggu penyerahannya saja. Sementara untuk partai lain yang sudah mengarahkan dukungan kepadanya, ia optimis akan segera keluar.


Adib Annas Maulana

Tinggalkan Balasan