Reklame Tutupi Tanggul Kali Kota Diprotes Warga

Berdiri di Area Terlarang

MAGELANG, SM Network – Sebuah reklame berukuran cukup besar di persimpangan Kebonpolo Jalan A Yani Magelang menyita perhatian warga. Pasalnya, tempat untuk beriklan ini berdiri tepat membelakangi landmark tanggul Kali Kota yang bertuliskan “Magelang Kota Sejuta Bunga” beserta taman di bawahnya.

Menariknya, bukannya memberi apresiasi, justru warga mengkritik berdirinya reklame yang belum berisi iklan alias masih berwarna putih polos itu. Warga memprotes, karena papan iklan itu dianggap merupakan “sampah visual” yang merusak pemandangan kota, utamanya landmark tanggul Kali Kota.

Danu Wiratmoko, salah satu warga yang peduli pada keindahan tata kota mengatakan, sangat disayangkan apabila pemerintah tidak memerhatikan tata letak reklame yang baik. Meski dinilai ada unsur pendapatan daerah (PAD) di pendirian reklame itu, tapi sebaiknya tidak asal memberikan izin untuk pemasangan di titik atau lokasi tertentu.

“Contohnya reklame yang terpasang di persimpangan Kebonpolo itu, dari sisi PAD barangkali besar, tapi dari sisi estetika sangat mengganggu. Reklame itu jelas menutupi landmark Kota Magelang berupa tanggul Kali Kota yang bersejarah dan ada taman juga di bawahnya,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (20/2).

Pria yang akrab disapa Danu Sang Bintang ini menuturkan, ia mengacungi jempol ketika Pemkot Magelang menata kawasan tanggul Kali Kota dengan membuat taman-taman. Apalagi, di area persimpangan Kebonpolo dibangun landmark bertuliskan “Magelang Kota Sejuta Bunga” yang bisa dipandang oleh warga yang melintas.

“Namun, sayang kalau taman dan tulisan itu kemudian tertutup oleh reklame besar, terutama ketika kita melihatnya dari arah timur (Jalan Urip Sumoharjo, red). Kami harap pemerintah memberi perhatian lebih kepada hak warga yang ingin menikmati pemandangan tanpa terhalang reklame,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana mengutarakan, pendirian reklame tersebut belum diterbitkan izinnya. Pihaknya pun sudah memanggil pihak pemasang untuk mengkonfirmasi keberadaan reklame itu.

“Izin belum diterbitkan, dan Jumat kemarin sudah kita panggil ke kantor. Rencana malam ini pemilik akan menurunkannya,” tuturnya yang menyebutkan tempat berdirinya reklame itu berada di area larangan, karena dekat dengan alat pengatur lalu lintas dan kawasan taman.

Tinggalkan Balasan