Reka Ulang Ayah Bakar Anak 16 Adegan

TEMANGGUNG, SM Network – Setelah melalui penyelidikan panjang dan telah menahan tersangka, pihak kepolisian melakukan rekonstruksi ulang kasus pembakaran yang dilakukan ayah kepada anaknya. Reka ulang dilakukan dalam 16 adegan di rumah tersangka di Dusun Tempuran, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung.

Kasatreskrim Polres Temanggung AKP M Alfan Armin mengatakan, rekonstruksi ulang diperlukan untuk memperjelas atau memperoleh gambaran utuh kronologi kasus yang terjadi pada 27 Mei 2020 tersebut. Melalui rekonstruksi juga diperlukan untuk melengkapi pemberkasan perkara.

“Kami melakukan rekonstruksi kasus tindak pembakaran anak, dengan tujuan untuk membuat terang perkara dan nanti dalam rangka pemberkasan perkara. Dalam reka ulang ini ada 16 adegan yang diperagakan terkait dengan kronologis runtutan kejadian yang terjadi,”ujarnya, Senin (13/7).

Reka ulang itu dimulai dari adegan Pujiyati (35), menasehati ALF (12) anaknya di ruang tamu agar tidak bermain karena sebelumnya sudah dua hari berturut-turut tidak pulang, apalagi pada masa pandemi tidak boleh keluar rumah. Kebetulan pada tanggal tersebut dua hari setelah Idul Fitri, memang pemerintah sedang memberlakukan aturan ketat tidak boleh keluar rumah selama masa pandemi Covid-19.

Namun bukannya menurut ALF justru membantah dan mengatakan “ah luweh”. Aji Firmansyah (37), ayah korban yang mendengar hal itu lalu marah kemudian mengambil bensi dari tangki sepeda motor Vega miliknya, dengan cara disedot menggunakan selang lalu dimasukkan ke dalam jerigen. Setelah itu bensi disiramkan ke tubuh anak lelaki hasil perkawinan dengan Pujiyati.

Tersangka yang sudah naik pitam karena anaknya selalu membandel jika dinasehati lalu berteriak tak obong koe, tak obong koe, nek dikandani mak’e kui aja ngeyel. Bersamaan dengan itu Aji menyalakan korek dibakarkan pada kertas, sesaat kemudian uap bensin dari siraman menimbulkan api dan menyambar tubuh ALF. Tersangka yang panik berusaha menolong anaknya tapi ikut terbakar.

“Dari rekonstruksi ini terungkap bahwa tersangka mengambil bensin dari motor lalu menyiramkan kepada korban yang sedang duduk. Tersangka membakar api tujuannya untuk menakuti tapi kemudian terbakar. Keduanya dilarikan ke rumah sakit oleh tetangganya, tapi anaknya kemudian di rujuk ke RS Sardjito Yogyakarta tapi kemudian meninggal dunia,”katanya.


Raditia Yoni Ariya/K41

Tinggalkan Balasan