Ratusan Warga Pasar Ikuti Rapid Test

MAGELANG, SM Network – Ratusan warga di enam pusat keramaian di Kota Magelang mengikuti tes cepat atau rapid test virus corona (Covid-19), Sabtu (23/5). Sebanyak 23 petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang diterjunkan untuk melakukan rapid test tersebtu.

 Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, rapid test dilaksanakan dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 di masa “prepegan” jelang Lebaran Idul Fitri, Minggu (24/5). Hal ini mengingat masyarakat tetap berhasrat belanja kebutuhan lebaran meski tengah pandemi.

“Pemkot Magelang sudah mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan di keramaian atau yang sifatnya mengumpulkan massa. Tapi, tetap saja mereka berbelanja di pasar, istilahnya prepegan jelang Lebaran,” ujarnya di sela meninjau rapid test di Pasar Rejowinangun.

Dia menuturkan, rapid test dilaksanakan di enam titik keramaian, yakni Pasar Rejowinangun, Pasar Gotong Royong, Toko Roti Lezat, Matahari Dept Store, Gardena, dan Trio Plaza. Para pembeli dan penjual dites secara acak (random), mengingat alat terbatas.

“Kita sediakan sekitar 400 alat rapid test hasil dari kiriman pusat. Kita lakukan serentak di hari ini dengan harapan mengetahui riil di lapangan seperti apa kondisi masyarakat. Harapannya pasti hasil tes ini negatif semua alias tidak ada yang reaktif,” katanya.

 Joko tidak menampik pelaksanaan rapid test ini karena khawatir pusat keramaian menjadi pusat penyebaran Covid-19 atau bahkan menjadi klaster baru. Terlebih, kabar terbaru di Pasar Kobong Kota Semarang sudah ada yang positif Covid-19.

“Tentu kita tidak berharap demikian, tapi kami senantiasa mengantisipasinya. Kalau pasar tradisional ini harus ditutup, pertimbangannya harus benar-benar matang, karena memang menjadi jantung ekonominya masyarakat,” jelasnya.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugoro Ari Setyawan yang turut meninjau menegaskan, masyarakat yang beraktivitas di pasar atau pusat keramaian harus mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak.

“Kita sambut baik adanya rapid test ini titik keramaian ini. Kalau nanti ada yang reaktif atau bahkan positif otomatis langkah pencegahan penyebarannya harus lebih ketat lagi. Namun, kita bersama-sama berharap hasilnya negatif semua,” paparnya.

Sementara itu, Titania (35), salah satu peserta rapid test mengaku, merasa lebi tenang setelah mengikuti tes ini meski untuk hasil belum diketahui. Ia sempat merasa khawatir, mengingat kondisi pasar makin ramai menjelang Lebaran Idul Fitri.

“Tetap was-was sih, karena pasar makin ramai mendekati Lebaran, tapi sisi lain senang karena dagangan lumayan laris. Saya selalu pakai masker dan cuci tangan pakai sabun atau selalu gunakan hand sanitizer. Kami harap tidak ada yang positif,” ungkap penjual aneka jenis pakaian itu.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan