Ratusan Titik di Kulon Progo Disemprot Disinfektan Secara Massal

KULONPROGO, SM Network – Gugus  Tugas Covid-19 wilayah Kulon Progo mulai melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara massal di seluruh wilayah kabupaten tersebut. Ratusan titik disemprot sebagai antisipasi mencegah penyebaran virus yang menular tersebut.

“Berkaitan dengan Covid-19 yang sudah menyebar di seluruh dunia termasuk Indonesia, kami melaksanakan pencegahan khususnya di wilayah Kulon Progo lewat penyemprotan disinfektan secara massal secara serempak selama tiga hari. Mulai hari ini hingga 28 Maret nanti,” papar Bupati Kulon Progo Sutedjo, Kamis (26/3).

Sutedjo mengungkapkan dengan penyemprotan secara massal ini diharapkan penyebaran virus korona bisa dibendung sehingga tidak menjangkiti lebih banyak lagi warga tlatah Binangun tersebut. Maka dari itu selama tiga hari semua potensi yang dimiliki kabupaten tersebut dikerahkan untuk penyemprotan. Bahkan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kulon Progo sudah mengawalinya sejak Sabtu hingga Selasa (21-24/3) lalu dengan menyasar sekitar 72 titik lokasi. Seperti tempat ibadah, terminal, kantor-kantor pemerintah dan swasta, kantor TNI/Polri dan pasar.

“Tak hanya unsur dari tingkat kabupaten saja, kegiatan penyemprotan ini diharapkan juga terjadi hingga tingkat lingkungan RW dan RT,” imbuh orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Kulon Progo.

Salah satu anggota Gugus Tugas Covid-19 Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dodit Susanto mengaku siap mengerahkan seluruh kekuatan personel yang dimilikinya untuk ikut dalam penyemprotan massal cairan disinfektan.

“Total ada 225 orang yang diterjunkan menyemprot seluruh titik-titik lokasi di Kulon Progo. Kalau dari Kodim setidaknya 100 personel diturunkan setiap harinya,” sambung Dandim.

Dodit menyebutkan pengerahan personel tak hanya dilakukan tingkat kabupaten, namun juga hingga tingkat Koramil atau Kapanewon (kecamatan). Sebab, dia mencontohkan di Kapanewon Lendah saja ada 71 titik yang disemprot sehingga membutuhkan banyak personel.

“Bahkan di Kaluruhan Purwosari, Kapanewon Girimulyo yang merupakan tempat kami menggelar TMMD Reguler ke-107 juga kami lakukan penyemprotan disinfektan secara berkala,” tutur dia.

Dandim yang juga Dansatgas TMMD mengakui pelaksanaan program yang dahulu bernama ABRI Masuk Desa itu melibatkan banyak orang mulai dari unsur TNI/Polri hingga masyarakat sehingga potensi penyebaran virus bisa saja terjadi sehingga diperlukan pencegahan.

“Rumah-rumah warga juga kami semprot disinfektan. Protokol pencegahan penyebaran korona kami terapkan di lokasi TMMD,” tegas Dansatgas.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan