Ratusan Reklame di Wonosobo Langgar Peraturan

WONOSOBO, SM Network – Ratusan reklame kembali ditertibkan dalam operasi yang digelar selama dua minggu sejak 17 Februari hingga 1 Maret 2020 di wilayah Kabupaten Wonosobo oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonosobo. Dalam operasi kali ini, Satpol PP menyasar reklame yang dipasang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Tercatat sebanyak 455 buah reklame yang terdiri dari baliho besi, neon box, banner dan spanduk yang berhasil kami amankan, “ungkap Kepala Satpol PP, Haryono, melalui Kabid Trantib Hermawan Animoro, Senin (2/3).

Menurut penuturan Hermawan, Pelanggaran reklame yang ditertibkan oleh Satpol PP beragam, mulai dari reklame yang tidak berijin, pemasangannya tidak sesuai aturan hingga reklame yang habis masa ijin serta pajaknya.

“Dari keseluruhan reklame yang kami amankan, terbanyak ialah reklame yang tidak berijin, disusul reklame yang pemasangannya tidak sesuai aturan dan terakhir reklame yang habis masa ijin maupun pajaknya, termasuk papan reklame pemerintah yang sudah tidak layak dan dapat membahayakan pengguna jalan” imbuh Hermawan.

Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2016, pemasangan reklame tidak diperbolehkan dilakukan dengan cara melintang jalan, dipaku di pohon, dipasang pada tiang listrik atau telepon, maupun dipasang pada fasilitas umum lainnya. Disamping itu, Hermawan menjelaskan, reklame harus dilengkapi dengan stiker ijin dan stiker pajak yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

“Kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik melalui papan pengumuman maupun melalui media sosial agar setiap pemasangan reklame memperhatikan aturan yang berlaku,” tandasnya.

Lebih lanjut Hermawan mengatakan, operasi yang digelar oleh Satpol PP ini, selain bertujuan untuk menjaga ketertiban kota, juga bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Wonosobo melalui sektor reklame.

“Operasi yang kami adakan ini bertujuan untuk mencegah kota Wonosobo menjadi hutan reklame yang menyebabkan kesemrawutan, disamping itu juga untuk menertibkan pengusaha-pengusaha yang berusaha menghindar dari kewajiban pajak serta retribusi reklame,” pungkasnya.


Adib Annas M

1 Komentar

  1. 211894 343087It is difficult to get knowledgeable folks within this subject, nevertheless, you appear to be guess what happens youre dealing with! Thanks 782643

Tinggalkan Balasan