SM/Asef F Amani - PEDAGANG PASAR: Sejumlah pedagang dan pembeli bertransaksi di Pasar Rejowinangun Kota Magelang yang menurut rencana pedagang akan disuntik vaksin Covid-19 pada Sabtu-Senin (6-8/3).

MAGELANG, SM Network – Ratusan pedagang di lima pasar di Kota Magelang siap disuntik vaksin Covid-19. Menurut rencana, pelaksanaan vaksinasi pada Sabtu-Minggu (6-7/3) besok untuk tiga pasar. Kemudian dilanjutkan dua pasar pada Senin (8/3).

Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo mengatakan, tiga pasar pertama yang menjadi lokasi vaksinasi untuk pedagang adalah Pasar Rejowinangun, Pasar Cacaban, dan Pasar Sidomukti. Dua pasar berikutnya Gotong Royong dan Kebonpolo.

“Prioritas yang disuntik vaksin Covid-19 adalah pedagang yang ber KTP Kota Magelang dan pengurus paguyuban pasar tersebut,” ujarnya di kantornya, Jumat (5/3).

Dia menuturkan, Dinas Kesehatan menargetkan 800-900 pedagang dari yang disiapkan sekitar 1.200 vaksin . Pedagang pasar memang menjadi prioritas, karena kerap berinteraksi dengan orang lain baik dari dalam maupun luar Kota Magelang.

“Dinas Kesehatan pada Kamis (4/3) sudah mendapat kiriman vaksin ini. Prioritasnya untuk pedagang di lima pasar tersebut. Kuota paling banyak untuk Pasar Rejowinangun dengan 200 orang, sedangkan pasar lainnya masing-masing 150 orang,” katanya.

Catur menyebutkan, jumlah pedagang di Pasar Cacaban tidak sampai 150 orang, maka kelebihan vaksin bisa dioper ke Pasar Rejowinangun jika terjadi kekurangan vaksin. Diantisipasi juga untuk pedagang yang tidak lolos skrining kesehatan awal.

“Dinas Kesehatan minta supaya disiapkan pula pedagang yang berjualan di pusat-pusat kuliner untuk mengganti mereka yang tidak lolos skrining kesehatan awal. Tidak sedikit yang gagal lolos skrining, sehingga bisa diganti lainnya. Dengan cara itu, maka vaksin yang disiapkan bisa habis,” jelasnya.

Untuk pedagang dari luar Kota Magelang yang berjualan di lima pasar tersebut, Catur menggaku, diharap semuanya dsuntik vaksin tetapi bertahap. Mereka juga kecil kemungkinan disuntuk lagi di daerah asalnya.

Misalnya pedagang itu warga Kabupaten Magelang tidak mungkin dapat suntikan ganda saat di kampungnya dilakukan penyuntikan. Sebab, setelah disuntik mereka mendapat sertifikat bukti sudah divaksin.

“Jika di Kabupaten Magelang dilakukan penyuntikan, maka sertifikat itu ditunjukkan sebagai bukti sudah divaksin,” paparnya yang menyebutkan, jumlah pedagang di pusat kuliner yang tersebar di 13 lokasi sekitar 600 pedagang dan semuanya akan disuntik vaksin.