SMN/Gading Persada - PAKET SEMBAKO: Guru-guru TK yang tergabung dalam PGRI Kota Jogja tengah mengumpulkan paket sembako untuk diberikan kepada rekan seprofesi mereka yang terdampak langsung Covid-19 di lokasi pembagian di TK Buyung TK Buyung, kawasan Sudagaran Kota Jogja, Selasa (28/4).

YOGYAKARTA, SM Network – Ratusan guru Taman Kanak-Kanak (TK) honorer di Kota Jogja banyak yang terdampak pandemi Covid-19. Untuk itu Persatuan Republik Indonesia (PGRI) Kota Jogja menginisasi gerakan Gelibu Covid-19 yakni Gerakan Lima Ribu untuk melawan pandemi korona.

“Gelibu ini gerakan sosial dari kami untuk teman-teman guru terutama yang masih honorer karena mereka yang terdampak langsung pandemi ini setelah sekolah diliburkan, mereka tak ada aktivitas belajar maka muncul masalah perekonomian. Jadi Gelibu ini dalam rangka mengatasi dampak Covid-19 khususnya kepada teman-teman guru,” papar Ketua PGRI Kota Jogja Sugeng Mulyo Sugono disela-sela pengumpulan paket bantuan sembako untuk diberikan kepada guru TK se Kota Jogja di TK Buyung, kawasan Sudagaran Kota Jogja, Selasa (28/4).

Sugeng menjelaskan, pada Gelibu, setiap anggota PGRI Kota Jogja menyumbangkan Rp 5.000 untuk selanjutnya dibelikan paket sembako. Dari pengumpulan uang tersebut terhimpun lebih dari Rp 20 juta.

“Nah makanya untuk guru TK porsinya lebih banyak. Dari kumpulan itu terkumpul sekitar Rp 20 juta. Lalu kami tambahi dari kas PGRI Kota Jogja untuk bisa genapi 30 paket sembako senilai perpaket Rp 100 ribu. Lalu dari IGTKI (Ikatan Guru TK Indonesia) nambahi sendiri 75 paket. Jadi total kami sebarkan 375 paket untuk selanjutnya dibagikan kepada guru-guru TK khususnya honorer,” papar dia.

Sugeng mengaku pihaknya kesulitan mengidentifikasi para penerima paket sembako tersebut. Terlebih karena banyaknya jumlah guru honorer di Kota Jogja. Meski begitu dengan berharap uluran tangan dari pihak sponsor dan dermawan, PGRI Kota Jogja berharap khususnya para guru TK honorer di Kota Jogja bisa terkaver keseluruhan. Termasuk diharapkan guru-guru yang mengajar di TK-TK yang didirikan di lingkungan RW.

“Kebutiuhjan lebih dari itu, karena sesuai kemampuan sementara kami hari ini dahulu. Dengan kedepannya bisa bentuk pengajuan. Karena secara umum mereka berhak mendapatkanya. Karena jumlah paket dan jumlah penerima itu tak sebanding,” tutur dia.

Lebih lanjut Sugeng berharap dana BOS bisa dialihkan untuk para guru yang terdampak Covid-19. Meski begitu, hal tersebut tetap harus sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kegiatan sekolah diliburkan, seyogyanya dana BOS memang bisa dialihkan membantu para guru yang terdampak langsung wabah ini,” tandas dia.


Gading Persada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here