Ratusan Botol Miras Dimusnahkan, Delapan Tersangka Dijerat Tipiring

MAGELANG, SM Network – Di penghujung tahun 2020, Polres Magelang Kota memusnahkan ratusan botol minuman keras (miras) dan puluhan knalpot jambrong, Selasa (29/12). Pemusnahan barang bukti ini merupakan hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) dan operasi Zebra selama satu tahun.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setyawan memimpin jalannya pemusnahan ini di halaman Apartemen Musvia Polres Magelang Kota. Pemusnahan miras dengan cara dituang ke dalam galian tanah, sedangkan knalpot jambrong dipotong dengan alat mesin pemotong besi.

SM/Asef F Amani – TUANG MIRAS: Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setyawan bersama Kajari Magelang dan perwakilan PN Magelang menuangkan miras ke dalam galian tanah dalam kegiaan pemusnahan barang bukti perkara miras dan knalpot jambrong hasil Operasi Pekat dan Operasi Zebra tahun 2020.??????

“Miras ini didapat oleh masyarakat dari luar daerah, karena di sini tidak ada pabriknya. Ada yang didapat dari penjual dan dari peminum. Modelnya kucing-kucingan, jadi petugas mendapati kasus ini pun tidak mudah,” ujar AKBP Nugroho di sela kegiatan.

Dia menuturkan, ratusan botol miras ini terdiri dari 63 botol ciu 600 ml, 363 botol anggur merah, 4 botol anggur kolesum, 12 botol bir singaraja, dan 2 jerigen ciu isi 30 liter. Dari hasil operasi pekat ini didapat 8 tersangka yang semua dikenai pasal tindak pidana ringan (tipiring).

“Dari 8 tersangka ini, ada yang dikenai denda Rp 5 juta dan ada pula yang sampai Rp 20 juta. Termasuk ada pula yang dikenai kurungan selama 3 bulan. Mereka ada yang merupakan pemain lama, ada pula yang pemain baru. Bahkan, ada yang merupakan satu keluarga,” katanya.

AKBP Nugroho menilai, pemidaan terhadap para pelaku ini dalam rangka membuat efek jera. Berkaca pada kasus-kasus serupa sebelumnya, tersangka yang terkena tipiring ini kemudian ada yang sadar dan tidak lagi menjual miras.

“Untuk efek jera juga, kita sering melakukan penindakan. Dua upaya ini, pemidaan dan penindakan yang sering diharap dapat membuat penjual maupun peminum miras jera. Termasuk mengajak masyarakat untuk ikut mencegah beredarnya miras ini,” jelasnya.

Sebagai upaya pencegahan, dia menyebutkan, pihaknya senantiasa melakukan pendataan. Fungsi pembinaan masyarakat (binmas), sabhara, dan inteligen mendata tempat pelaku minum-minuman keras dan tempat di mana mereka mendapatkan miras tersebut.

“Langkah berikutnya kita lakukan sambang Kamtibmas untuk sosialisasi bahwa, miras itu dilarang. Alasannya faktor kesehatan dan ada potensi pidananya, terutama untuk pengedar. Selanjutnya kita juga aktif lakukan patroli penindakan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan