Rapid Test Dinkes Sleman Prioritas ODP Daerah Terjangkit

SLEMAN, SM Network – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengganggarkan dana sebesar Rp 1,4 miliar untuk pengadaan alat rapid test Covid-19. Alokasi ini bersumber dari bantuan tidak terduga.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo menginformasikan, sebagian alat sudah ada. Penggunaannya diprioritaskan untuk orang dalam pemantauan (ODP) yang datang dari daerah terjangkit, dan orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 berdasarkan hasil tracing.

“Yang pengadaan dari kita, untuk kontak erat hasil tracing dan ODP dari daerah terjangkit. Sedangkan petugas medis yang merawat PDP maupun pasien positif di rumah sakit, mendapat RDT (rapid diagnostic test) dari Kementerian Kesehatan,” terangnya, Sabtu (11/4).

Namun Joko enggan menerangkan lebih detail saat ditanya mengenai jumlah RDT yang rencananya akan didatangkan, dan hasil uji cepat yang telah dilaksanakan. Melansir data dari situs resmi Gugus Penanganan Covid-19 Sleman, jumlah ODP di kabupaten ini hingga Sabtu (11/4) mencapai 1.010 orang.

Sebaran paling banyak ada di Kecamatan Sleman dan Depok. Sementara, angka PDP tercatat 151 kasus. Adapun, data warga Sleman yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona sebanyak 21 orang berasal dari Kecamatan Gamping (2 orang), Moyudan (1), Mlati (3), Depok (4), Berbah (1), Kalasan (1), Ngemplak (1), Ngaglik (5), Sleman (1), dan Pakem (2).

Terpisah, Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, alat RDT bantuan dari Kemenkes maupun BPNB telah terdistribusi ke beberapa instansi meliputi 27 rumah sakit rujukan, Dinkes kabupaten/kota, BBTKL, KKP, BNPB, BLKK, dan BPBD.”Jumlah bantuan RDT dari Kemenkes sebanyak 6.000 unit. Sedangkan bantuan alat rapid test dari BNPB via BPBD berjumlah 14.400 unit,” ujarnya.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan