Rama dan Firda Tercepat di Seri Perdana Kejurnas Indurocs 2020

PURWOREJO, SM Network – Seri pembuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) mountain bike (MTB) Indonesia Enduro Championship (Indurocs) 2020 yang berlangsung di trek Borobudur Highland, Deloano, Purworejo akhir pekan lalu (7-8/3) menjadi milik Rama Teguh Adi Pratama dan Firda Nabila Nur Azizah.

Kedua rider yang masing-masing membela Lintink Racing Team dan Brandit Squad Racing Team menjadi tercepat di kelasnya yakni men elite dan women elite pada even yang diinisiasi Badan Otorita Borobudur (BOB) itu.

“Untuk seri kejurnas ada tiga kelas yang dilombakan. Selain men elite dan women elite, ada juga men junior. Di kelas men junior menjadi milik Nio Sinare (NM TV) dengan catatan waktu 11:17.21,” papar koordinator panitia, Andreas Joss, Senin (9/3).

Di kelas women elite, Firda Nabila Nur Azizah menjadi terbaik di tiga stage pos penilaian. Catatan waktu tercepatnya yakni 13:07.43 tak bisa dilampaui pesaingnya yang harus puas berada di tempat kedua yakni Regina Patricia Panie (Polygon Spartan Racing Team) dengan catatan waktu 14:27.00 dan Laelatus Sa’adah (Sapubale Pab Grup) di tempat ketiga dengan 14:35.41.

Sementara di kelas men elite, juara pertama berhak menjadi milik pebalap Lintink Racing Team, Rama Teguh Adi Pratama dengan catatan waktu tercepat 9:37.57. Posisi Rama ditempel ketat Yavento Ditra Pranata (Nusantara Team) yang harus puas finish tercepat kedua dengan 9:42.57 serta di tempat ketiga ada pebalap Gopad, Yadi Mulyadi dengan waktu 9:59.95.

Indurocs Seri Jogja ini mengacu pada peraturan Enduro World Series (EWS), dimana lomba dilakukan dengan multi Special Stage (SS). Diawali sesi kualifikasi pada Sabtu (7/3) dan Final Race keesokan harinya (8/3). Terdapat 3 Leasong Stage (LS) dan 3 SS yang wajib dilalui dengan masing-masing LS dan SS mempunyai karakteristik tersendiri dan jarak yang berbeda beda dengan total jarak lebih dari 3,2 km. 

Terdapat banyak rintangan baik alami dan buatan yang menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta dan ini menjadi hal unik dari Kawasan Borobudur Highland ini.

“Ini bekal yang bagus bagi tiga teratas di masing-masing kelas untuk terus menjaga posisinya dalam dua seri tersisa. Untuk seri kedua akan berlangsung di Tangkuban Perahu, April mendatang dan seri terakhir di Banten sekitar Juni,” ungkap Andreas.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita mengapresiasi positif gelaran yang diikuti lebih dari 200 peserta dimana beberapa diantaranya ada yang berasal dari luar negeri.”Sudah sesuai harapan cukup surprise antusiasme peserta tinggi dan penonton juga sama tingginya. Ini sangat penting bagi kami karena menimbulkan multiplayer efek yang baik untuk lingkungan. Masyarakat sekitar juga dapat manfaatnya seperti home stay di sekitar lokasi banyak yang terisi,” kata Indah.

Gading Persada

Tinggalkan Balasan