Rahasia Kajari Bantul Sembuh dari Covid-19

Kajari Bantul, Zuhandi, yang positif terpapar Covid-19 yang dirawat di RS Panembahan Senopati (RSPS) dinyatakan sembuh. Kajari Bantul dinyatakan sembuh setelah menjalani 14 hari masa isolasi dan perawatan intensif.

Kepada KR, Zuhandi turut membagi selama masa perawatan intensif dan isolasi. Dirinya mengaku menghindari stres dan rutin berdzikir adalah kunci mempercepat penyembuhannya.

“Pasca dinyatakan positif agak turun mental kemudian bisa naik lagi berkat semangat dan perawatan maksimal dari RS. Tidak ada tempat lain untuk mengadu. Pesan saya masyarakat patuhi pemerintah jangan keluar rumah kalau tidak ada hal yang sangat perlu,” jelasnya Minggu petang (4/4).

Zuhandi mengaku pikiran menjadi faktor utama yang berperan untuk kesembuhan. “Yang jelas saya pulang Jakarta via bandara Halim Perdanakusuma dan sempat ke Bandung bahkan balik ke Jakarta lagi. Saya tidak tahu terpapar Covid-19 darimana. Yang jelas Selasa saya merasa badan nyeri, rabu panas tinggi serta hanya minum paracetamol dan sempat dirujuk ke dokter paru,” urainya lagi.

Zuhandi menyatakan bagi pasien yang sedang berstatus ODP dan PDP kunci utama jangan panik. “Tidak perlu keluar rumah. Kita tidak tau kapan dan siapa yang terpapar. Mental harus dijaga,” jelasnya.

Sementara Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul, dr Sri Wahyu Joko Santoso menambahkan pasien yang masih dirawat sebaiknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada paramedis dan pasien wajib mematuhi anjuran.

“Untuk menghilangkan kejenuhan dapat melakukan kegiatan misalnya senam, berdoa. Berpikiran positif dan jangan nglokro serta berfikiran menyerah pada keadaan,” tegasnya.

dr Oky sapaan akrabnya menegaskan 80 persen pasien positif Covid-19 bisa disembuhkan. Adapun hal yang mempercepat penyembuhan yakni mengelola stress dan pikiran. Selain itu mengkonsumsi empon-empon seperti jahe merah juga bagus mempercepat penyembuhan. 


SM Network/kr

Tinggalkan Balasan