Radio Kota Wali Study Banding Ke Irama FM, Kuatkan Jejaring Dan Siaran Secara Digital

PURWOREJO, SM Network – Konsolidasi manajemen terus dipacu Dinkominfo Kabupaten Demak dalam upaya mengembangkan Radio Suara Kota Wali (RSKW). Agenda itu dikonkretkan melalui peningkatan capacity building di lingkup internal, serta memantapkan penguatan networking atau jejaring untuk program eksternalnya.

‘’Ini seperti dua sisi mata pedang, secara internal kita dorong peningkatan man power, yakni SDM-nya. Kemudian ke luarnya, jejaring kita kuatkan dan mantapkan,’’ ujar Kepala Dinkominfo Demak, Endah Cahya Rini ketika membuka dialog dengan punggawa LPPL Irama FM Purworejo, akhir pekan lalu.

Roadshow tersebut menjadi bagian dari agenda identifikasi untuk penajaman program serta peningkatan kinerja kru Radio Suara Kota Wali. Sebelumnya agenda serupa dilakukan ke LPPL Giri Swara Wonogiri.

Endah, begitu orang nomor satu di jajaran Kominfo Kabupaten Demak ini memimpin langsung kunjungan kerja ke Irama FM Purworejo tersebut.

‘’Ya kita concern untuk belanja banyak hal. Ke depan semoga ada sinergi yang dapat dilakukan antara Purworejo dengan Demak,’’ ujarnya.

Menurutnya, potensi RSKW cukup besar menjadi modal komunikasi andalan Demak karena sejauh ini respon dari masyarakat cukup besar. Maksud dari kunjungan ke LPPL Irama FM Purworejo antara lain untuk mendapatkan identifikasi atas program yang tahun ini harus sudah bisa berjalan, yakni program digital.

“Selain sinergi, kami juga bisa belajar dan tukar pikiran di sini (Irama FM-red), apalagi sebagai LPPL punya prestasi, yaitu kekembagaaan terbaik,” imbuhnya.

Sudah Mandiri
Kunjungan berlangsung cukup hangat ke LPPL tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinkominfo Kabupaten Purworejo Stefanus Aan. Sebagai tuan rumah Aan menyambut baik juga memberi apreasisi prakarsa dari LPPL RSKW. Dia berharap semangat itu bisa dikonkretkan menjadi program kerjasama ke depan. Aan selain didampingi punggawa LPPL Irama FM Purworejo juga didampingi Pram Prasetya Achmad selaku Dewan Pengawas.

Irama FM merupakan radio yang secara kelembagaan sudah mandiri, di dalamnya terdapat Dewas (Dewan Pengawas) yang memegang posisi tertinggi dalam LPPL. Sementara RSKW FM berada di bawah naungan Dinkominfo dan belum memiliki Dewas. Oleh karena Irama FM merupakan LPPL yang sudah mandiri secara kelembagaan, maka pendapatan dikelola sendiri tanpa disetorkan ke pemda. Sementara itu RSKW FM memiliki target pendapatan yang harus disetorkan ke Pemda setiap tahunnya.

Irama FM memiliki karyawan 11 orang, sementara RSKW FM 12 orang. Dalam hal usia, baik Irama FM maupun RSKW FM sama-sama memiliki karyawan yang masuk dalam range millenial. Karyawan Irama FM bekerja selama 8 jam/hari, artinya jika mereka mendapatkan waktu siaran di luar jam kantor (07.30 – 15.30) maka mereka bisa berangkat lebih siang dengan kalkulasi jam kerja tetap 8 jam.

Sementara karyawan RSKW FM dapat bekerja lebih dari 8 jam/hari apabila mendapatkan jadwal siaran di luar jam kantor/memiliki tanggungan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline.

Prosentase waktu di LPPL Irama FM adalah 15% untuk iklan dan 85% untuk berita dan hiburan, di mana dalam satu acara maksimal hanya ada 3 iklan. Berbeda degan RSKW FM yang selalu ada pemutaran iklan dalam setiap jamnya paling sedikit 3 iklan, dan paling banyak mencapai 7 iklan/jam.

Karyawan Irama FM terbagi dalam 4 divisi, yakni pemberitaan, penyiaran, administrasi dan marketing, serta teknisi.

Sementara RSKW FM juga menerapkan sistem serupa, dimana karyawannya juga terbagi menjadi 4 divisi, yakni pemberitaan, sosmed, music director dan produksi.

Irama FM menggunakan software bernama Rise untuk memutar materi audio. Sedangkan RSKW FM menggunakan software Raduga.Terdapat keunggulan yang dimiliki oleh software Rise, di antaranya lagu yang sudah diputar pada hari itu akan terlihat sehingga memungkinkan tidak ada pengulangan lagu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan