SM/Supriyanto - SAMPAIKAN SAMBUTAN: Pengurus PHRI Kebumen Herwin Kunadi menyampaikan sambutan dalam pertemuan di Radio Kopi Gombong.

GOMBONG, SM Network – Di tengah kekhawatiran penularan virus corona (Covid-19) masih saja ada orang yang menyebarkan informasi menyesatkan melalui media sosial. Salah satunya yang menjadi sasaran berita bohong (hoaks) adalah Radio Kopi Coffee n Eatery Gombong. Informasi sesat yang beredar luas melalui WhatsApp, media sosial lain serta dari mulut ke mulut menyebutkan bahwa cafe yang berada di Jalan Yos Sudarso 171 Gombong itu terpapar Covid-19.

Sebelum dinyatakan positif Corona, pasien mampir ke Radio Kopi. Lantaran informasi sesat itu makin beredar luar, pihak manajemen angkat bicara untuk menanggapi.  “Informasi itu tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi tersebut hanyalah asumsi pribadi dari si pembuat,” ujar Kuasa Hukum Radio Kopi Wempy Setyabudi H SH saat konferensi pers, Minggu (29/3/2020).  

Jumpa pers itu dihadiri oleh General Manager Radio Kopi Nanda Prihantino Oktavian, Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kebumen Herwin Kunadi, Ketua RW 01 Kelurahan Gombong Aan Hersapto Priyono.   

Wempy menambahkan, akibat dari informasi sesat tersebut, Radio Kopi sangat dirugikan baik secara moril mau pun materiil. Untuk itu,  melalui press release itu sebagai somasi kepada pihak yang membuat informasi sesat tersebut  agar dalam waktu 3x 24 jam setelah press release supaya menghubungi pihak Radio Kopi dan meminta maaf secara terbuka. 

“Apabila tidak ada iktikad baik dari si pembuat informasi sesat tersebut, maka kami akan menempuh jalur hukum untuk memberikan efek jera,” tandas Wempy.

Upaya Pencegahan General Manager Radio Kopi Nanda Prihantino Oktavian menambahkan pihaknya turut menekan penyebaran Covid-19. Yakni dengan melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus covid-19, sebagaimana yang telah diinstruksikan oleh pemerintah. Mulai dengan penyemprotan menggunakan disinfektan, menyediakan hand sanitizer, dan tempat cuci tangan menggunakan menggunakan sabun.

“Termasuk dengan mengurangi jam operasioal,” ujar Nanda Prihantino. Pihak Radio Kopi akan melakukan penghentian aktivitas sementara selama dua pekan mulai 30 Maret 2020 hingga 20.

Ditegaskan bahwa penghentian aktivitas itu bukan karena Radio Kopi telah terpapar virus Covid-19, tetapi lebih karena mengikuti anjuran dari pemerintah untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19. Selama tidak beroperasi, pihak Radio Kopi memberikan sembako kepada karyawan.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk tidak mudah menerima dan kemudian menyebarkan informasi yang tidak terbukti kebenarannya,” tandasnya.

Pengurus PHRI Kebumen sekaligus Pengurus Kadin  Herwin Kunadi sangat menyayangkan masih ada orang yang menyebar informasi sesat yang meresahkan warga. Apalagi saat ini kondisi usaha perhotelan dan restoran di seluruh Indonesia anjlok  akibat pandemi Covid-19.

“Apapun motifnya, jelas menyebarkan informasi sesat di media sosial bisa dijerat dengan Undang-undang ITE,” ujar Herwin Kunadi yang merupakan pengelola Benteng Van der Wijck Gombong.


Supriyanto

1 KOMENTAR