SM/Asef F Amani - LIBUR EMPAT HARI : Kawasan pusat kuliner Tuin Van Java (TVJ) Alun-alun Kota Magelang lengang setelah berlaku imbauan social distancing dan rencana akan diliburkan selama empat hari terhitung 1-4 April 2020 sebagai upaya cegah penyebaran Covid-19.

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang meminta semua pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di berbagai pusat kuliner untuk tutup selama empat hari terhitung Rabu (1/4) sampai Sabtu (4/4). Rencana, usaha dipersilahkan buka kembali pada Minggu (5/4).

Permintaan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Magelang Nomor 511.3/556/260 tanggal 30 Maret 2020, yang ditandatangani Catur Budi Fajar Sumarmo. Tujuannya untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo saat dihubungi Selasa (31/3) membenarkan penutupan semua pusat kuliner di Kota Magelang yang jumlahnya sekitar 13 lokasi itu. Namun, penutupan ini tidak termasuk pasar. “Pasar tetap buka seperti biasa,’’ ujarnya.

Dia mengaku, penutupan ini pada dasarnya atas permintaan para PKL melalui ketua paguyuban. Pihaknya pun membantu dengan membuat surat edaran tersebut.

Dikatakannya, alasan para PKL, karena mulai 30 Maret 2020 kendaraan dari luar kota dilarang masuk ke dalam Kota Magelang, pasti pengunjung pusat kuliner tambah sepi. Karena sejak berkembangnya virus corona, pusat-pusat kuliner sudah sepi pengunjung.

“Mereka sepakat libur untuk membantu pemerintah memutus rantai penyebaran virus corona. Selama empat hari tutup digunakan kerja bakti membersihkan tempat mereka berjualan,’’ katanya.

Dia menerangkan, berbagai pusat kuliner memang sepi pengunjung. ‘’Senin malam saya ke Pusat Kuliner Tuin Van Java di alun-alun pengunjungnya hanya beberapa orang, jadi sepi pembeli akibat virus corona,” tuturnya.

Ketua Paguyuban Pusat Kuliner Tuin Van Java (TVJ), Sugiarto menuturkan, dampak dari virus coroner banyak pedagang yang meliburkan diri tidak berjualan, mengingat tingkat kunjungan menurun drastis.

‘’Siang hari masih mendingan, sekitar 50-an persen yang jualan dari total sekitar 71 pedagang. Pada malam hari lebih sepi lagi, karena yang jualan hanya 20-30 persen dari total 71 pedagang,’’ tuturnya.

Dia menjelaskan,  pedagang memilih tidak berjualan karena  penghasilan yang diperoleh  lebih kecil dari pengeluaran. ‘’Banyak yang tidak balik modal harian, sehingga memilih tutup saja. Ada yang masih bertahan, karena memang menggantungkan hidupnya di TVJ ini,’’ ujarnya.
Sugiarto berharap. virus korona segera musnah, sehingga aktivitas jual beli bisa kembali normal dan pedagang bisa meraih keuntungan lagi.


Asef Amani/Kim

2 KOMENTAR