SM/Asef F Amani - KEMBALI BUKA: Petugas menyemprotkan cairan desinfektan di area pusat kuliner Tuin Van Java Alun-alun Kota Magelang yang mulai Senin (6/4) kembali buka, tapi tidak diperkenankan menyediakan meja dan kursi.

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang kembali melakukan penyemprotan massal cairan desinfektan ke seluruh wilayah. Ini merupakan aksi nyata untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) agar tidak semakin meluas.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito kali ini memimpin langsung aksi yang dimulai dari pusat kota Alun-alun Kota Magelang tersebut. Sigit didampingi Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Sekretaris Daerah Joko Budiyono, dan jajaran Forpimda.

Dengan mengenakan pakaian pelindung diri lengkap, tiga unsur pimpinan ini tak segan menyemprot cairan desinfektan ke sejumlah titik strategis yang biasa menjadi titik kumpul masyarakat. Seperti taman bermain anak-anak dan pusat kuliner PKL Tuin Van Java di kawasan alun-alun, serta pusat kuliner PKL Sigaluh. Selama penyemprotan ini, seluruh pusat kuliner ditutup. 

“Kegiatan ini adalah aksi nyata kita melawan pandemi corona. Secara massal menyemprot desinfektan ke seluruh Kota Magelang,” ujarnya di sela aksi.

Ia mengingatkan jajarannya untuk tidak lelah mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat, cuci tangan dengan baik serta disiplin menerapkan social maupun physical distancing. Apalagi Kota Magelang saat ini cenderung kondusif.

“Apabila di wilayahnya ada kerumuman, segera dibubarkan, jangan tanggung-tanggung, jangan ambil risiko. Kita juga jangan hanya memikirkan wilayah hanya 3 kecamatan, tapi 24 kecamatan (termasuk wilayah Kabupatèn Magelang, red). Supaya rumah sakit kita tidak padat, sehingga tidak membebani SDM di rumah sakit,” tandasnya.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh Forpimda itu juga disertai dengan penyerahan bantuan desinfektan dari Pemkot Magelang kepada Lurah se-Kota Magelang.

Sekretaris Daerah Joko Budiyono menambahkan, kegiatan penyemprotan ini dilakukan bersama TNI, Polri, relawan dan jajaran hingga tingkat kelurahan. Tujuannya ada 3 aspek yang saling sinergi, yakni medis, pencegahan, dan dampak sosial.

“Aspek medis tidak akan berhasil tanpa didukung aspek pencegahan. Penyemprotan ini aspek pencegahan. Semoga dengan aksi yang dilaksanakan di seluruh wilayah hingga tingkat RW, pencegahan Covid-19 di Kota Magelang bisa berhasil. Tidak ada lagi penambahan pasien di rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pusat-pusat kuliner yang sebelumnya ditutup selama empat hari kembali dibuka pada Senin (6/4). Hanya saja, Pemkot Magelang memberi batasan, yakni pedagang tidak diperkenankan menyediakan meja dan kursi untuk menghindari kerumunan.

“Pedagang boleh berjualan, tapi jangan ada kerumunan atau orang nongkrong di situ. Beli langsung pulang sambil membawa makanannya. Hal ini agar ekonomo kerakyatan tetap kuat, tapi juga tetap mencegah penyebaran virus korona,” jelas Kepala Disperindag, Catur Budi Fajar.


Asef Amani

2 KOMENTAR