Purworejo Bukan Termasuk Penerapan PPKM, Kegiatan Belajar Dengan Konsultasi Terprogram

PURWOREJO, SM Network – Sejumlah wilayah di pulau Jawa dan Bali mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kemarin (11/1). Namun tidak berpengaruh di Kabupaten Purworejo karena tidak termasuk wilayah yang harus menerapkan kebijakan tersebut.

Seperti kegiatan pembelajaran tetap berlangsung meskipun dilakukan secara daring dan luring dengan konsep konsultasi terprogram.

PSBB di Provinsi Jawa Tengah menggunakan istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kabupaten Purworejo tetap mendukung pelaksanannya dengan mengintensifkan koordinasi lintas sektoral dan antar wilayah. “Kami tetap memberikan ruang kepada siswa yang belum atau kurang jelas menerima materi pembelajaran secara daring, sebelum penerapan PPKM, konsep konsultasi terpogram bahkan sudah dijalankan sejak Agustus 2020,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Purworejo, Sukmo Widi Harwanto, kemarin (11/1).

Dijelaskan, pelaksanaan konsep konsultasi terpogram dijalankan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Secara teknis, pelaksanaan konsep ini berdasarkan kesepakan guru, siswa dan orang tua wali. “Yang namanya konsultasi yang di batasi dan harus seijin orang tua, kalau orang tua tidak mengijinkan ya tidak usah, intinya konsep itu diterapkan untuk membantu siswa, sebab kadang ada materi yang butuh dijelaskan secara langsung, selain untuk mengantisipasi kendala jaringan internet ketika pembelajaran dilaksanakan secara daring,” jelasnya.

Ditambahkan, konsep konsultasi terpogram hanya untuk siswa SD dan SMP, sebab untuk SLTA kebijakannya mengukuti provinsi. Di Kabupaten Purworejo ada 499 SD dan 90 SMP naik negeri dan swasta. Penerapan konsep konsultasi terporgram ini juga sudah mendapat perestujuan dari Komisi IV 4 DPRD Kabupaten Purworejo. “Alhamdulillah sejak Agustus 202 sampai sekarang tidak ada klaster sekolah, konsep ini akan dijalankan sembari menunggu efektifitas vaksin,” ucapnya.

Sementara itu, dari pantauan Suara Merdeka di beberapa sekolah yang menerapkan pembelajaran secara konsultasi terprogram disambut para wali murid.

Seperti yang diungkapkan oleh Sukriningsih (46) wali murid dari Irhas (11) siswa SDN 2 Borokulon ini. Menurutnya pembelajaran secara konsultasi terprogram ini sangat membantu siswa dalam mengusai pelajaran. “Jelas sangat membantu. Anak saya lebih jelas dari pada secara on line,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan