Puluhan Rumah Warga Alami Keretakan

WONOSOBO, SM Network – Puluhan rumah warga di Desa Tegeswetan, Kecamatan Kepil alami keretakan pada bagian tembok dan lantai rumah. Hal itu disebabkan cuaca ektrim yang terus terjadi di Kabupaten Wonosobo beberapa hari ini.

Kepala Desa Tegeswetan, Agus Setyo Santoso mengatakan, ada tiga rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah. 10 rumah lain, lanjut Agus, mengalami kerusakan ringan, namun tidak membahayakan dan masih layak huni. Ia menjelaskan, penyebab terjadinya bencana rumah retak karena hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari ini, sehingga tanah mengalami pergeseran dan menyebabkan longsor. Akibat pergeseran tanah dan adanya longsor, sejumlah rumah warga alami kerusakan dan tiga rumah diantaranya sudah tidak layak dihuni.

“Kita bersama Babinsa Desa Tegeswetan melaksanakan kegiatan monitoring dan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan. Ternyata ada tiga rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah. Untuk itu kita imbau dulu untuk mengevakuasi diri ke rumah tetangga atau saudara. Untuk kedepanya akan kita usulkan bantuan RTLH,” Ujar Agus saat mengunjungi rumah warga, Jumat (15/1).

Tiga rumah warga yang mengalami kerusakan berat yaitu milik Hendra Susanto warga Dusun Simerak, Desa Tegeswetan. Dengan kerusakan tembok retak dan lantai rumah mengalami pergeseran tanah atau ambles. Rumah milik Haryono dan Murtingah warga Dusun Bojongan Desa Tegeswetan, dengan kerusakan senderan rumah longsor serta pagar belakang rumah retak dan beberapa titik di halaman rumah ambles.

“ Satu rumah milik warga Simerak. Rumah sudah tidak layak huni karena membahayakan. Kerugian diperkirakan mencapai seratus juta rupiah. Untuk dua warga lainya berada di Dusun Bojongan,” jelasnya.

Babinsa Tegeswetan Koramil 09/Kepil, Serda Kusnianto yang ikut monitoring bencana tersebut mengimbau kepada warga desa untuk waspada. Mengingat curah hujan di Wonosobo masih cukup tinggi. Untuk menghindari adanya kerugian yang semakin besar, Babinsa menyarankan kepada masyarakat untuk saling tolong menolong, membantu yang sedang mengalami musibah.

“Warga untuk selalu waspada. Tanda yang paling mudah apabila akan terjadi longsor atau tanag bergerak adalah, jika ada pohon atau tiang listrik mengalami kemiringan tidak seperti biasanya. maka dimungkinkan akan terjadi bencana tanah longsor,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan