Puluhan Ponpes di Sleman Ajukan Izin Buka Kembali

SLEMAN, SM Network – Sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Sleman akan memulai kembali aktivitas setelah sekian lama vakum akibat pandemi Covid-19. Namun mereka tidak bisa serta-merta beroperasi di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Ponpes harus mengantongi surat keterangan aman Covid-19 dari gugus tugas.

“Alurnya, dari pesantren mengajukan permohonan ke gugus tugas kemudian Dinas Kesehatan akan mengecek persiapan di lokasi. Kalau dinyatakan siap, baru dipersilakan buka,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman Sa’ban Nuroni, Sabtu (1/8).

Sebelum mulai aktif kembali, Sa’ban mengingatkan pengelola ponpes untuk meningkatkan protokol kesehatan. Diantaranya dengan memberlakukan aturan karantina selama 14 hari sebelum masuk ke kompleks pondok, dan tetap menerapkan protokol selama aktivitas.

Desain kamar juga perlu menyesuaikan. Contohnya, kamar yang biasa ditempati 10 orang sekarang hanya diisi separonya. Penataan tempat tidur pun diselang-seling. Misalnya jika dipan tingkat, yang dipakai hanya salah satu bagian atas atau bawah saja.

“Dengan penyesuaian desain kamar, mungkin tidak akan cukup jika semua santri sudah datang. Tapi mereka sendiri diberi kebebasan, boleh pulang ke pondok kalau santri dan orang tuanya merasa siap,” beber Sa’ban.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan, sampai dengan saat ini jumlah ponpes yang mengajukan permohonan untuk beroperasi kembali cukup banyak. Permohonan yang masuk sekitar 50 pesantren dari total jumlah ponpes di Sleman sekitar 150.

“Semua pondok yang mengajukan permohonan sudah kami kunjungi, tapi yang terbit surat keteranganya baru 2 atau 3 pondok,” jelasnya.

Pesantren yang belum lolos mengantongi izin, sebagian besar karena kendala ketiadaan fasilitas ruang karantina. Kalaupun ada, jumlahnya hanya satu atau dua kamar, kurang memadai dibanding jumlah santri. Salah satu ponpes yang telah mendapat rekomendasi untuk buka kembali adalah Sunan Pandanaran di Kecamatan Ngaglik.

Dewan Pengasuh Ponpes Sunan Pandanaran, Gus Azka mengungkapkan, jumlah santri di pondoknya 4.000an orang. Kebanyakan berasal dari luar daerah. Santri dari DIY hanya sekitar 10 persen Kepulangan mereka ke pondok dibuat bertahap. Tiap gelombang dibatasi 200 santri. Saat ini, ada 800 santri yang telah kembali ke pondok. “Untuk sementara, santri yang berasal dari zona hitam belum diperkenankan pulang,” ucapnya.


Amelia Hapsari

8 Komentar

  1. Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

  2. Hi there, after reading this amazing paragraph i am as well delighted to share my knowledge here with friends.

  3. 652103 846876hi was just seeing if you minded a comment. i like your internet site and the thme you picked is awesome. I will probably be back. 609779

  4. 209137 58428But wanna say that this is invaluable , Thanks for taking your time to write this. 508955

  5. 181456 591521You must participate in a contest for among the top blogs on the web. I will recommend this website! 867286

Tinggalkan Balasan