Puluhan Pelukis se-Jawa Bali Gelar Pameran Bersama

TEMANGGUNG, SM Network – Sebanyak 50 pelukis dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Bali menggelar pameran lukisan bersama di Pendapa Pengayoman Temanggung. Perhelatan akbar bertajuk “Jiwa Tak Terbatas” ini diprakarsai oleh komunitas Cah Temanggung Creative (catec), dengan menampilkan kurang lebih 80 karya lukis.

Ketua Panitia Pameran Seni Rupa yang juga Ketua Catec, Witarso Saptono Putro atau yang akrab disapa Ook, mengatakan, dari puluhan perupa yang ikut berpartisipasi, terbanyak dari Temanggung. Lainnya dari luar kota seperti Yogyakarta, Borobudur, Semarang, Ambarawa, Boyolali, Jakarta, Rembang dan Bali.

“Penyelenggaraan pameran ini dalam rangka ulang tahun ke-31 Catec, kita lahir tahun 1989. Biasanya kita (Catec) pameran sendiri, tapi sekarang kita mengundang perupa dari luar kota, karena Catec juga sering diundang ke luar kota seperti di Yogyakarta, Semarang, Ambarawa, dan lainnya,”ujarnya Kamis (20/2).

Temanggung sendiri menurut Ook, para senimannya mulai menggeliat termasuk dari generasi muda sudah tampak ke permukaan dan banyak tampil. Kendati merupakan kota kecil, tapi justru Temanggung merupakan surganya para pelukis luar kota sebab di sini terdapat sejumlah kolektor yang rata-rata adalah pengusaha tembakau.

“Sesuai tema pameran “Jiwa tak terbatas”, maka semua aliran ada dalam pameran ini. Tema tersebut artinya ungkapan dari mereka ada yang realis, impresif, abstrak, dan surealis. Pada hari terakhir pameran, Minggu (23/2) akan dilakukan melukis bersama puluhan seniman di Alun-alun Temanggung,”katanya.

Kolektor lukisan bertaraf internasional dari Magelang Oei Hong Djien mengatakan, sekarang seni rupa telah masuk desa. Hal ini merupakan suatu perkembangan bagi dunia seni rupa Indonesia yang menggembirakan dan harus didukung. Pameran lukisan di Temanggung dianggapnya sukses dan mampu mewakili seniman dari berbagai wilayah.

“Beberapa tahun terakhir terjadi suatu perubahan dan perkembangan luar biasa dalam dunia seni rupa. Kalau sebelumnya pameran-pameran seni rupa hanya terjadi di kota-kota besar tertentu dimana ada akademi seni, sekarang bermunculan pameran di pelosok dan pinggiran. Senirupa itu bukanlah sesuatu yang eksklusif tapi adalah kebutuhan hidup karena kita tidak hanya bisa hidup dari makan, pakaian atau hal-hal materi yang nyata tapi butuh juga hal bagi jiwa kita, yakni seni budaya,”katanya.

Adapun sejumlah pelukis yang turut terlibat dalam pameran ini antara lain, pelukis kawakan Indonesia beraliran surialisme, Lucia Hartini yang juga merupakan putri asli Temanggung, Gos Sailendra, Pak Cilik Sugi, Purnama Krebo, Tony Arto, Tri Gombloh dan lain-lain. Lalu dari Pulau Bali ada Awiki yang membawa karyanya yang cukup spektakuler, sementara dari Yogyakarta ada Chamit Arang, Imam Dalang, Klowor Waldiono, Menol Juminar dan lain-lain.


Raditia Yoni A

2 Komentar

  1. 170260 622613baby strollers with high traction rollers should be significantly safer to use compared to those with plastic wheels- 238196

  2. 179589 827113Proper humans speeches need to seat as nicely as memorialize around the groom and bride. Beginer sound system about rowdy locations ought to always not forget currently the glowing leadership of a speaking, which is ones boat. finest man speeches brother 453029

Tinggalkan Balasan