Puluhan Hektare Sawah di Purworejo Terendam Akibat Hujan Lebat

PURWOREJO, SM Network – Hujan yang mengguyur wilayah Purworejo dan sekitarnya menyebabkan puluhan hektare sawah yang baru ditanami terendam air. Hal ini beresiko pada kegagalan tanam lantaran tanaman padi dapat membusuk jika terlalu lama terendam air.

Salah satunya di Kecamatan Ngombol, yang merupakan wilayah pesisir. Menurut keterangan warga setempat, Turyono, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan luapan air sungai. Sementara permukaan air laut saat ini sedang naik.

“Jadi air dari sungai yang menuju ke muara ini meningkat karena hujan, sedangkan air permukaan laut juga lagi lumayan tinggi, sehingga meluap. Sampai kemarin (27/05/2020) mungkin sudah ada tigapuluhan hektare yang terendam,” katanya, hari ini.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DPPKP Purworejo, Eko Anang, mengaku pihaknya masih melakukan pendataan terhadap sawah terdampak luapan air sungai akibat curah hujan tinggi. Dinas terkait juga akan segera mengambil tindakan supaya fenomena ini tidak berpengaruh besar terhadap capaian panen musim tanam kali ini.

“Masih kami data, dan segera akan diambil tindakan,” katanya.

Sementara itu, pertanian sawah di Kabupaten Purworejo sebelumnya juga terancam wereng batang cokelat (WBC). Sedikitnya 750 hektare sawah terdampak serangan hama ini. Kendati demikian, petani diklaim masih dapat memanen padinya meski telah diserang wereng.

“Luasan ratusan hektare dengan intensitas ringan sampai sedang. Namun menjadi perhatian pemerintah karena menyerang tanaman usia muda,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo, Wasit Diono, beberapa waktu lalu.

Menurut data dinas terkait, WBC menyerang sawah seluas 262 hektare (ha) di Kecamatan Pituruh, 185 ha di Gebang, 144 ha Purwodadi, 108 ha di Ngombol, 20 ha di Bayan, 20 ha di Kutoarjo, delapan hektare di Kaligesing, tiga hektare di Bener.


Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan