SM/Adib Annas Maulana - Konferensi Pers : Pemerintah Kabupaten Wonosobo adakan konferensi pers terkait penambahan jumlah positif Covid-19 di Ruang Sekretariat Satgas Covid-19, Jumat (10/4).

WONOSOBO, SM Network – Tiga jamaah ijtima tabligh akbar di Gowa Sulawesi Selatan asal Kabupaten Wonosobo terkonfirmasi positif virus covid-19. Dari 30 orang yang dinyatakan reaktif melalui hasil rapid test, 16 diantaranya merupakan jamaah ijtima tabligh akbar, dan tiga diantaranya telah dinyatakan positif Covid-19 melalui hasil swab test.

Namun sayangnya, Pemerintah enggan membeberkan berapa jumlah jamaah tabligh akbar asal Wonosobo yang pergi ke Gowa. Juru bicara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo untuk Covid-19, Mohamad Riyatno mengatakan, dari 30 orang yang reaktif Covid-19 dari hasil rapid test, baru enam orang yang menjalani swab test.

Tiga orang dinyatakan positif, tiga orang berikutnya dinyatakan negatif. “Karena minimnya ketersediaan alat, baru enam orang yang melakukan tes swab,” jelasnya dalam konferensi pers di Ruang Sekretariat Satgas Covid-19, Jumat (10/4). Riyatno menjelaskan, saat ini transmisi penyebaran Covid-19 lokal belum ditemukan.

Dari sejumlah PDP yang ada hampir semuanya memiliki riwayat perjalanan seperti dari Goa, Jakarta, Semarang, bahkan ada yang dari Amerika. Menurutnya, kemungkinan terjadi penambahan pasien positif lagi. mengingat tiga pasien yang telah terkonfirmasi melakukan perjalanan yang sama dari Goa bersama sejumlah jamaah lainya.

“Dari alat rapid test sejumlah 555 telah digunakan sebanyak 464. Yang dinyatakan reaktif terdapat 30 orang dan sisanya dinyatakan negatif. Meski banyak jamaah dari Wonosobo yang melakukan perjalanana dari Gowa, Pemkab Wonosobo baru mengumumkan 24 orang yang telah melakukan rapid test dan 16 diantaranya reaktif. Pemerintah enggan menyebutkan berapa jumlah jamaah asal Wonosobo yang pergi ke Gowa.

Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat yang ikut dalam konferensi pers tersebut mengatakan, bahwa pihaknya sudah tau jumlah jamaah dari Gowa namun enggan mengungkapkanya. “Jumlah kita sudah punya datanya, tapi tidak akan kita sebutkan sekarang biar tidak terjadi gejolak dimasyarakat. Masyarakat sudah tau siapa yang habis dari kesana. Sebelumnya kita sudah melarang untuk pergi kesana. Ketika kembali juga sudah dilakukan pemeriksaan awal, tidak ada masalah, realitanya sekarang baru saja muncul,” jawabnya.


Adib Annas M/Kim