Pulang Dari Bali Rombongan Warga Pakurejo Diperiksa

TEMANGGUNG, SM Network – Rombongan warga Desa Pakurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung yang baru saja pulang dari Pulau Bali dan Madura, diperiksa oleh petugas kesehatan, untuk mencegah tertularnya virus korona. Badan, pakaian, dan barang bawaan mereka disemprot cairan disinfektan, termasuk sopir, krus dan bus yang mereka tumpangi. Suhu badan puluhan orang ini juga diperika menggunakan infrared thermometer.

Kepala Desa Pakurejo, Agus Zahrodin mengatakan, rombongan menggunakan satu armada bus, berangkat sejak hari Jumat (13/3). Sebanyak 33 warganya berangkat ke Pulau Bali dan Madura, serta ke Demak untuk melakukan ziarah. Keberangkatan mereka bukan karena nekat, tapi memang saat berangkat belum ada imbauan atau surat edaran bupati (SE). SE Bupati baru menyebar kepada masyarakat via pesan whatssap Minggu (15/3) malam sekitar pukul 23.00

“Warga kami berangkat Jumat sore, untuk ziarah ke makam-makam. Tapi saat berangkat belum ada imbauan Surat Edaran (SE) Bupati, yang baru disampaikan pada Minggu (15/3) malam, jadi berangkat ya tenang-tenang saja. Makanya setelah ada SE Bupati itu saya kemarin baru lapor kepada Pak Camat, sekarang semua acara ziarah dibatalkan,”ujarnya Selasa (17/3).

Camat Bulu Usdimanto menuturkan, setelah menerima laporan dari Kades Pakurejo, pihaknya langsung melapor kepada bupati lalu dilakukan screening. Diapun mengimbau kepada warga agar ke depan jangan ada dulu kegiatan yang melibatkan orang banyak, sebab sedang ada wabah korona.

“Mereka pergi ke Bali itu kan di sana rawan masuk zona merah. Tapi mudah-mudahan semua warga kami ini tidak ada masalah baik-baik saja tidak ada gejala-gejala mengarah ke virus korona. Kami imbau jangan ada dulu kegiatan yang melibatkan massa banyak,”katanya.

Dokter Puskesmas Bulu Lany Ester menuturkan, hasil pemeriksaan suhu tubuh puluhan warga Pakurejo masih normal, dan tidak ada warga yang mengalami gejala panas, demam, sakit tenggorokan, batuk. Namun, demikian, mereka tetap diminta untuk tidak beperian selama 14 hari ke depan.

“Dari pemeriksaan tadi tidak ada yang mengalami gejala mengarah ke sana, semua baik-baik saja. Tapi tetap kami minta selama 14 hari tidak ke mana-mana dulu dan tetap kami pantau,”katanya.

Untung, petugas kesehatan lainnya menuturkan, jika ada warga yang mengalami gejala batuk, pilek, demam, bisa segera memeriksakan diri atau laporan lewat hotline pemerintah yang ada, bisa juga melapor ke puskesmas terdekat atau rumah sakit. Diminta pula untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan minum air hangat, makan bergizi, perbanyak buah dan sayur, serta istirahat cukup.


Raditia Yoni Ariya

Tinggalkan Balasan