Publik Perlu Tahu Rincian Anggaran Penanganan Covid-19

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang dituntut dapat lebih transparan dan terbuka dengan publik terkait rincian anggaran penanganan pandemi Covid-19. Sebab, masyarakat berhak atas akses dan informasi anggaran tersebut.

Anggota Komisi B DPRD Kota Magelang, Aji Setiawan mengatakan, masyarakat sejauh ini hanya mengetahui nominal realokasi APBD 2020 untuk penanganan Covid-19 sebanyak Rp 137 miliar saja. Namun, rinciannya tidak banyak yang mengetahui. “Masyarakat perlu mengetahui rincian itu. Transparan dan terbukalah Pemkot dengan publik. Bila perlu, umumkan rincian penganggaran itu di media, website, ataupun baliho-baliho,” ujarnya, Senin (20/7).

Anggota dari Fraksi PDI Perjuangan itu menuturkan, pemerintah melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 perlu membuka diri soal anggaran itu. Kalaupun masih dalam tahapan pengkajian sampai saat ini, masyarakat tetap dirasa perlu tahu tiap perkembangannya.

“Masyarakat bahkan anggota DPRD berhak atas akses dan informasi ini. Meskipun baru tahap pengkajian, tapi masyarakat kan perlu tahu juga nanti yang prioritas untuk apa, siapa, dan berapa jumlahnya, agar tidak menimbulkan prasangka negatif,” katanya.

Aji mengemukakan, saat eksekutif merancang APBD 2020 pada tahun lalu membutuhkan persetujuan dari dewan sebelum ditetapkan. Namun, dalam situasi darurat seperti sekarang, pemerintah tidak perlu membahasnya dengan dewan, untuk menentukan refokusing.

“Namun, komunikasi sebaiknya terus dilakukan dengan dewan. Transparansi penting untuk mencegah ketidaksesuaian data penggunaan anggaran. Terlebih pengguna anggaran Covid-19 melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD),” paparnya.

Dia menyebutkan, total anggaran Rp 137 miliar yang dialokasikan Pemkot Magelang untuk penanganan Covid-19 bukanlah angka kecil. Karena itu, laporan atas penggunaan anggaran mesti disampaikan secara transparan.

“Komitmen atas akuntabilitas dan transparansi penggunaan anggaran Covid-19 sangat penting dilakukan. Anggaran sudah direfokusing dan ketemu angka Rp 137 miliar. Nah, ini yang perlu dijelaskan kepada publik, anggaran per sektor berapa, per OPD berapa, sasaran, dan tujuannya untuk apa,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono mengutarakan, besaran anggaran untuk penanganan Covid-19 sempat berubah di awal lalu. Tadinya Kota Magelang menganggarkan Rp 45 miliar, lalu setelah kebijakan realokasi, anggaran bertambah menjadi Rp 137 miliar.

“Besaran ini berasal dari realokasi dan refocusing sesuai perintah pemerintah pusat. Ada tiga sektor prioritas, yakni penanganan kesehatan, penanganan untuk dampak ekonomi, dan sosial,” paparnya.

Saat ini, kata Joko, Pemkot Magelang masih terus mengkaji realisasi anggaran Rp 137 milar tersebut secara rinci. Ia mengaku, kalau sudah selesai kajian tentu saja akan dipublikasikan.

“Pemerintah akan selalu transparan, apalagi ini untuk kegiatan publik, jelas harus terbuka, agar masyarakat dan elemen lainnya bisa turut mengawasi,” tandasnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan