PSIM Minta Faktor Geografis jadi Pertimbangan

YOGYAKARTA, SM Network – Manajemen PSIM Yogyakarta meminta faktor geografis menjadi pertimbangan bagi operator kompetisi dalam melakukan pembagian grup pada kompetisi Liga 2. Sebagaimana diketahui, PT Liga Indonesia Baru (LIB) bakal mengundi penunjukan venue dan pembagian grup Liga 2.

Manajer PSIM David MP Hutauruk memberikan usulan penting berkait rencana pengundian tersebut. Salah satunya agar PT LIB tetap mempertimbangkan geografis kontestan. “Aspek geografis memang harus diutamakan. Karena nanti kan mobilitas banyak orang, meski kita sekali berangkat terus stay di sana sekitar 1,5 bulan,” kata David, Sabtu (1/8).

David memaparkan, dengan kondisi pandemi Covid-19, cukup riskan jika harus berinteraksi dengan banyak orang, termasuk jika perjalanan menggunakan jalur udara. Berbeda jika masih bermain di Pulau Jawa yang bisa diakses menggunakan jalur darat.

“Misal kalau di Jawa kan kita bisa berangkat dengan bis sendiri, sehingga kesehatan tim bisa dijaga. Berbeda kalau misal kita bermain di luar Pulau Jawa yang harus menggunakan pesawat,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, PT LIB memastikan Liga 2 digelar dengan format baru, yaitu pembagian empat grup di fase penyisihan. Beda dengan sebelumnya yang terbagi dalam dua wilayah. Sehingga, tim yang resmi mengajukan diri dan akhirnya terpilih, belum tentu bermain di kandang sendiri.

Sebelumnya, ada tujuh klub yang mengajukan diri secara resmi kepada operator untuk menjadi tuan rumah. Mereka KS Tiga Naga, Badak Lampung FC, Sulut United, Kalteng Putra, PSCS Cilacap, Persijap Jepara, dan Persis Solo.
“Terpenting saat ini adalah kejelasan tertulis mengenai regulasi dan kepastian kompetisi digelar. Karena banyak hal yang akan saling berkaitan, termasuk penerapan protokol kesehatan,” tanda David.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan