PSIM Dukung Wacana Format Baru Kompetisi Liga 2

YOGYAKARTA, SM Network- Tim PSIM Yogyakarta mendukung penuh bergulirnya kembali kompetisi Liga 2 musim 2020 di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, Laskar Mataram juga tak mempermasalahkan adanya format baru dalam kompetisi sepak bola profesional level dua di Tanah Air itu.

Manajer PSIM David MP Hutauruk menyambut positif usulan PSSI kembali menggulirkan Liga 2 musim 2020, pada Oktober mendatang. Terlebih tim yang bermarkas di Stadion Mandala Krida itu. Apalagi PSIM Smemang ingin kompetisi tetap dilanjutkan setelah saat ini berhenti karena adanya pandemi korona.

“Meski baru usulan, namun itu kabar baik. Karena sejak awal kami memang komitmen agar kompetisi tetap berlangsung. Prinsipnya kami sangat siap untuk melanjutkan kompetisi. Termasuk dengan protokol kesehatan yang sudah disusun Dokter Alwi (dokter PSSI) saya rasa sangat bagus,” ujar David, Rabu (3/6).

David menilai rencana Liga 2 digulirkan dengan format home turnamen juga merupakan langkah tepat di tengah situasi saat ini. Sehingga, tim kontestan bisa meminimalisir mobilitas di tengah ancaman persebaran virus corona. Meski begitu, pria asal Medan ini menilai kompetisi dengan sistem home turnamen bukan berarti meminimalisir biaya operasional klub. “Dengan home turnamen juga bisa mencegah dan meminimalisir resiko penularan Covid-19 karena tidak banyak melakukan perjalanan,” kata David.

Menurutnya, jika home tournament benar direalisasikan maka tidak menekan biaya operasional klub tapi mengalihkan karena pasti tetap ada biaya untuk sewa hotel dan lain-lain. “Sehingga kami harapkan cepat ada kepastian, agar bisa segera budgeting. Klub sepak bila kan bukan hanya di lapangan saja, tapi banyak rancangan keuangan yang juga harus dipikirkan,” tutur dia.

Sebagaimana diketahui, federasi sepak bola Indonesia, PSSI kembali menggelar rapat virtual bersama klub peserta Liga 1 dan Liga 2, Selasa (2/6). Agenda rapat tersebut masih membahas mengenai kelanjutan kompetisi sepak bola Tanah Air. Ada beberapa point yang disampaikan dalam rapat virtual tersebut. Diantaranya yakni penyesuaian terhadap kompetisi, terkait penerapan new normal di tengah pandemi Covid-19.

Kompetisi dianggap sebagai sesuatu yang vital, menyongsong persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Hal tersebut ini selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat rapat terbatas dengan PSSI dan para menteri. Dalam arahan itu Presiden menyampaikan tiga poin yakni Timnas harus berprestasi. Kompetisi baik, benar, bagus, bersih dan enak ditonton. Serta sepak bola harus menjadi industri agar bisa mengikuti negara lain yang sudah maju di persepak bolaan dunia.

Adapun beberapa usulan yang disampaikan PSSI untuk kompetisi Liga 1 2020 yakni akan kembali digulirkan September 2020 serta pertandingan dipusatkan di Pulau Jawa dengan menjankan protokol kesehatan yang sudah disiapkan tim medis PSSI. Selain itu, setiap kontestan Liga 1 juga mendapat tambahan subsidi sebesar Rp 800 juta. Sistem degradasi ditiadakan, serta hanya akan ada dua tim dari Liga 2 yang berhak promosi ke Liga 1.

Adapun untuk kompetisi Liga 2, PSSI memberikan masukan yakni kembali digulirkan Oktiber tanpa degradasi. Setiap tim peserta pun akan diberikan subsidi sebesar Rp 200 juta per bulan selama kompetisi berjalan. Format kompetisi pun diubah, yakni terbagi dalam empat grup. Setiap grup berisikan enam klub. Jika sebelumnya tiga tim berhak mendapat jatah promosi, nah dalam usulan PSSI hanya dua tim saja yang naik ke kasta tertinggi untuk musim 2021.


Gading Persada

1 Komentar

  1. 880759 763842The next time I just read a weblog, I actually hope which it doesnt disappoint me up to this 1. Get real, Yes, it was my choice to read, but I personally thought youd have something interesting to convey. All I hear can be a handful of whining about something you can fix inside the event you werent too busy trying to discover attention. 263675

Tinggalkan Balasan