Proyek Saluran Bawah Tanah di Gunungkidul Disoroti

SLEMAN, SM Network – Pelaksanaan lelang kegiatan di Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) DIY kembali mendapat sorotan. Kali ini terkait tender proyek pembangunan penyediaan air baku sungai bawah tanah (SBT) di Ponjong, Gunungkidul.

Lembaga Kajian dan Pengawasan Lelang Pengadaan (LKPL) DIY menengarai proses lelang kegiatan senilai pagu Rp 18,4 miliar itu tidak fair. “Kami menduga ada campur tangan oknum mantan pejabat PU DIY bekerjasama dengan salah satu kontraktor di Gunungkidul,” kata Ketua LKPL DIY Dadang Iskandar, Kamis (25/3).

Berdasar informasi di laman resmi LPSE, pemenang lelang adalah sebuah perusahaan kontraktor asal Jakarta dengan harga penawaran Rp 12,9 miliar. Latar belakang pemenang yang berasal dari luar daerah juga disayangkan.

Menurut Dadang, lebih baik jika BP2JK memprioritaskan rekanan lokal sepanjang memenuhi syarat, meskipun tidak ada aturan yang melarang lelang diikuti perusahaan dari luar daerah. Terlebih di tengah situasi sulit akibat pandemi, banyak kegiatan yang direfocusing sehingga rekanan kehilangan pekerjaan.

“Kompetensi pemenang juga patut dipertanyakan karena dari penelusuran kami, perusahaan bersangkutan belum berpengalaman mengerjakan proyek di Jogja,” katanya.

Sebelumnya, LKPL menyoroti lelang tiga proyek yang juga dibawah kewenangan BP2JK DIY. Tiga kegiatan itu yakni pembangunan embung di Mualimin Bantul dan Sendangtirto Sleman, serta talud di Sungai Opak Kalasan.
Dari empat proyek yang diduga bermasalah itu, dua diantaranya sudah masuk tahap penandatanganan kontrak yakni pembangunan saluran bawah tanah di Gunungkidul, dan talud Opak.

“Kontrak proyek Opak tidak sah karena diduga mematikan rekanan dibawahnya tanpa alasan,” imbuh pemerhati lelang, Arisdyan.

Saat dikonfirmasi, Kepala BP2JK DIY Yanuar Munlait menampik tuduhan campur tangan pihak luar dalam proses tender. “Paketnya sudah terkontrak, dan tidak ada intervensi dari pihak manapun untuk penetapan pemenang,” katanya.
Dia menerangkan, pemenang lelang adalah penyedia jasa yang menyampaikan penawaran terbaik secara administrasi, teknis, dan biaya. Proses lelang sudah dilaksanakan sesuai prosedur.

“Tidak ada pengaturan dalam penetapan pemenang, dan ini sudah dicek oleh tim peneliti,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan