Produksi Susu Sapi Lereng Merapi Dikhawatirkan Anjlok

SLEMAN, SM Network – Ternak sapi milik warga Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman sudah mulai dievakuasi sejak Senin (9/11). Sementara, baru 55 ekor sapi yang diungsikan terdiri dari 36 sapi perah, dan 19 sapi potong. Ternak tersebut ditempatkan di kandang komunal Singlar, Glagaharjo.

“Dari pendataan kami terdapat 294 ekor sapi milik penduduk di Kalitengah Lor, tapi belum semua dievakuasi,” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono, Selasa (10/11).

Rincian data itu, 200 ekor adalah sapi potong dan 94 sapi perah. Idealnya, sambung Heru, penempatan sapi pedaging dan produktif dipisahkan lantaran membutuhkan perlakuan yang berbeda. Diantaranya menyangkut kebersihan kandang, dan tingkat stres hewan.

Namun pada tahap awal evakuasi, penempatan sapi masih dijadikan satu area karena pemiliknya sama. Pemkab juga sedang menyiapkan lokasi kandang untuk sapi potong di lapangan dekat barak Glagaharjo. “Lapangan seluas area itu bisa menampung sekitar 400 ekor sapi. Sangat mencukupi,” ujarnya.

Kandang komunal di Singlar juga diperhitungkan dapat menampung semua sapi produktif milik warga Kalitengah Lor, karena kapasitasnya mencapai 120 ekor. “Untuk kandang di lapangan, konstruksinya dirakit bongkar pasang. Misal ada warga yang ingin memindahkan ternak di lokasi aman pilihannya sendiri, kami siap meminjamkan bahan konstruksi kandang semi permanennya,” urai Heru.

Soal lamanya pengungsian ternak, akan disesuaikan dengan masa status darurat bencana letusan Merapi. Pada kejadian erupsi 2010 silam, ternak diungsikan selama 4-6 bulan.

Lebih lanjut dia menerangkan, pengungsian ternak perlu dilakukan dengan cermat agar tidak membuat sapi menjadi stres. Kondisi ini bisa berimbas pada berkurangnya produksi susu.

Rata-rata, angka produksi susu sapi dari lereng Merapi berkisar 15-20 liter per ekor. Namun akibat stres di tengah situasi evakuasi, produksinya dikhawatirkan akan turun hingga 10 liter per ekor. Plt Kepala Bidang Peternakan da Kesehatan Hewan DP3 Sleman Nawangwulan mengatakan, untuk mengantisipasi stres pada ternak, pihaknya telah memberi obat anti stres.

“Trauma healing untuk sapi memang perlu, apalagi ternak selepas bertemu banyak orang. Itu bisa mempengaruhi produksi susunya,” kata Nawang.

Selama berada di pengungsian, ternak sapi diberi pakan hijauan oleh warga. Pemerintah sendiri akan mengupayakan bantuan pemberian konsentrat.

Tinggalkan Balasan