Probo : Calon Tunggal Kurang Direspons, Eno – Ridwan Jadi Harapan

KEBUMEN, SM Network – Realitas politik menghadapi Pilbup 2020 di Kebumen yang mengarah calon tunggal, ternyata dalam perkembangannya kurang direspons masyarakat. Tarik ulur kemudian pun kini beralih mengisi kotak kosong dengan menghadirkan calon lain.

Sementara, jika kotak kosong diketahui melejit akhir-akhir ini, giliran calon lain yang tampak mulai mengejar. Namun berbeda dengan kotak kosong yang tidak memerlukan rekomendasi. Calon lain ini masih membutuhkan tiket dari partai politik untuk maju Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

“Dengan keberadaan calon tunggal yang kurang direspons masyarakat, saya berkeyakinan ada evaluasi lebih lanjut dari partai politik,” kata Mantan Ketua DPRD Kebumen periode 2004 – 2009 dari PDIP, Probo Indartono yang ditemui Suara Merdeka di kediamannya Desa / Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Minggu (9/8).

Probo yang menjadi Anggota DPRD Kebumen empat periode itu lantas menjelaskan, evaluasi tersebut tidak lain untuk meraih kemenangan dari partai pengusung. Di mana, ketika dipaksakan calon tunggalnya seperti yang ada sekarang, justru cenderung akan dimenangkan oleh kotak kosong.

Maka, Probo berkeyakinan pula bahwa partai politik tidak mau ambil risiko untuk meneruskan dalam mengusung calon tunggal tersebut. Terlebih bagi PDIP yang telah dua kali mengalami kekalahan Pilkada setelah era Bupati Rustriningsih, yakni pada 2010 dan 2015. “Jadi, Pilkada kali ini menjadi pertaruhan partai tersebut, agar tidak seperti mendapatkan kutukan kalah sebanyak tiga kali,” tandasnya.

Probo juga masih ingat dengan instruksi dari Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang bisa dijadikan pegangan untuk mencari simpati masyarakat. Di mana putri Megawati itu wanti-wanti agar selalu menjaga integritas para kader. Titik tekannya yaitu tidak terlibat narkoba dan korupsi.

Sehingga, jika kandidat yang diusung ternyata masih ada hubungannya dengan kasus hukum, maka akan jauh dari simpati masyarakat. Alih-alih meraih kemenangan Pilbup 2020, malah partai berlambang banteng dalam lingkaran itu diperkirakan akan keok lagi.

“Mestinya Pilkada kali ini dijadikan momentum untuk meraih kemenangan dengan mengusung Eno – Ridwan,” imbuh Probo. Lebih lanjut, dengan mengusung Eno – Ridwan, program dari pusat akan lebih mudah dialihkan ke Kebumen. Lantaran, Eno Syafrudien yang kandidat Doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu merupakan Menantu Wapres KH Ma’ruf Amin.

Di samping itu, Eno yang Ketua Yayasan Rekat Anak Bangsa itu dinilai bisa dengan mudah menarik dukungan pemilih dari kalangan Islam tradisional dan modernis serta kalangan nasionalis. “Dan hal yang terpenting lagi, Eno tidak terbebani dan bersih dari masa-masa gelap Kebumen,” tutur Probo.


Arif Widodo / K5

1 Komentar

  1. 742583 431356I agree with most of your points, but some require to be discussed further, I will hold a small talk with my partners and maybe I will look for you some suggestion soon. 560255

Tinggalkan Balasan